Depok.suara.com - Kebakaran Depo Pertamina Plumpang yang berada di Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 49 orang luka berat, dan 2 orang luka ringan.
Lalu, siapa yang membiayai para korban kebakaran?
Penjabat Gubernur Heru Budi Hartono sudah menegaskan bahwa untuk biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Heru mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah mempersiapkan semua rumah sakit. Ada 14 korban yang berada di RSUD Koja.
Rumah Sakit Dikerahkan Obati Korban
Selain itu, ada 5 korban dirawat di RS Pelabuhan Jakarta, 15 korban di RS Mulyasari dan 10 korban di RSUD Tugu Koja.
"Di RSUD Koja sudah diatasi, seluruh warga terdampak mudah-mudahan kita doakan bisa segera sembuh dan untuk yang kritis semoga bisa melewati masa kritis itu," tutur Heru, dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (4/3/2023).
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta akan melihat kondisi kerugian material yang dialami korban kebakaran.
Pihaknya juga mempersiapkan lokasi strategis untuk tempat penampungan sementara dan posko bersama dengan bersinergi dengan Kementerian Sosial hingga jajaran Forkopimda DKI Jakarta.
Baca Juga: Nikita Willy Ingin Baby Izz Jadi Anak Pemberani: Enggak Apa-apa Jatuh
Bantuan juga diulurkan oleh Kapolda dan seluruh jajarannya serta Pangdam.
"Saya ucapkan terima kasih atas sinergi yang selalu ada dalam berbagai hal, termasuk dalam musibah kebakaran ini," kata Heru.
Heru juga membagikan himbauan melalui akun Instagram @herubudihartono dengan menulis:
"Semalam saya dan jajaran meninjau lokasi kebakaran Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara. Alhamdulillah personel dari Dinas Gulkarmat DKI telah berhasil memadamkan api dan melakukan evakuasi korban.
Saya turut berduka yang mendalam atas jatuhnya korban baik meninggal maupun luka-luka dalam musibah ini.
Saya mengimbau warga di sekitar lokasi untuk waspada dan mengikuti arahan petugas, serta masyarakat Jakarta umumnya untuk tetap tenang. Pemprov DKI bersama pihak-pihak terkait akan memastikan penyebab terjadinya kebakaran dan mengambil langkah-langkah penanganan yang diperlukan.'
Tag
Berita Terkait
-
Dahsyatnya Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: 6 Jam Api Baru Padam, Ribuan Warga Mengungsi
-
Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, BUMN Harus Pastikan Keamanan Aset Vital yang Dekat Permukiman
-
Jumlah Pengungsi di PMI Jakarta Utara Pascakejadian Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Mulai Berkurang
-
Penampakan Ngeri Lokasi Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: Rumah Warga Hancur, Mobil-motor Hangus Tak Berbentuk
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Polisi Bongkar Prostitusi Twin Tower Surabaya, Satu Tersangka Diamankan
-
Klasemen Liga Prancis: PSG Belum Nyaman di Puncak, Calvin Verdonk Cs Menguntit
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Aktivitas Vulkanik Terekam Dua Kali Sehari
-
Sinopsis Film Ayah Ini Arahnya Kemana Ya?, Ketika Sosok Kepala Keluarga Tak Lagi Jadi Kompas