Kasus yang melibatkan aparatur negara kembali heboh. Seorang Taruna Akademi Militer (Akmil) berinisial MZH diduga anak perwira polisi di Polresta Deli Serdang telah melakukan penganiayaan terhadap mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).
Mahasiswa yang menjadi korban itu bernama Teuku Shehan Arifa Pasha.
Meskipun dilaporkan mengalami luka parah akibat penganiayaan, namun Pasha masih bisa menceritakan bagaimana dia dipukuli oleh oknum Taruna Akmil itu.
Dilansir dari Kompas.com, Shehan saat itu bersama dua teman wanitanya naik mobil keluar dari Komplek Tasbih 1 menuju jalan Setia Budi Medan.
Namun, tiba-tiba mobilnya diadang oleh mobil yang didalamnya ada Taruna Akmil MZH bersama adiknya, Z.
Menurut Shehan, tiba-tiba MZH dan Z melakukan penganiayaan hingga dia terluka parah. Padahal, Shehan mengenal MZH saat masih sekolah.
Shehan pun mendapat empat jahitan di bagian pelipis mata dan kepalanya.
Shehan sudah melaporkan Taruna Akmil MZH dan Z atas kasus penganiayaan itu ke Polrestabes Medan.
"Kalau laporan untuk kasus dugaan penganiaan secara beramai-ramai itu sudah kita terima," tutur Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa.
Baca Juga: Shin Tae-yong Pilih 3 "Tembok Beton" Terbaik, Tak Biarkan Burundi Jebol Benteng Timnas Indonesia
Soal apakah benar Taruna Akmil MZH dan Z anak dari perwira polisi. Fathir mengaku kasus ini masih dalam penyelidikan.
Menurut informasi, Taruna Akmil MZH anak dari Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Zulkarnain.
Taruna Akmil MZH Minta Damai dengan Uang Rp15 juta
Tribun Medan melaporkan, MZH menyodorkan uang damai Rp15 juta kepada Shehan setelah penganiayaan yang dilakukannya dilaporkan ke polisi.
Teuku Yose Mahmudin Akbar selaku paman Shehan, mengatakan keluarga menolak uang damai Rp15 juta dari Taruna Akmil MZH karena tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami Shehan.
"Kami mencoba mencari titik temu antara pihak pelaku dengan korban, tetapi tidak ada titik temu," ungkap Yose.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK