/
Kamis, 13 April 2023 | 05:52 WIB
Remaja pengkritik Lampung

Depok.suara.com - Bima Yudho Saputro seorang remaja yang tengah mengenyam pendidikan di Australia menjadi sorotan publik. Pasalnya dirinya mengkritik soal Lampung yang tidak maju-maju.

Pada akun TikToknya  @awbimaxreborn, dirinya membeberkan faktor mengapa Lampung tidak maju sebagai kota. Bahkan banyak warganya yang memilih bekerja di luar daerah bahkan luar negeri.

"Presentasi kali ini tentang alasan kenapa Lampung tidak maju-maju dan malah banyak warganya yg bekerja di luar daerah atau bahkan ke luar negeri," ungkapnya dalam keterangan unggahannya, dikutip pada Rabu (12/4/2023).

Pada video berdurasi berdurasi 3 menit 28 detik, dia yang mengaku berasal dari Lampung menjelaskan faktor yang pertama adalah soal infrastruktur Lampung yang belum layak.

"Ini di Lampung banyak sekali proyek yang mangkrak. Contohnya Kota Baru dari jaman gue SD sampai sekarang, tidak pernah ada dengar kabar lagi. Itu aliran dana dari pemerintah pusat ratusan miliar, dan gue enggak tahu tuh sekarang udah jadi tempat jin buang anak kali," jelasnya.

"Jalan itu infrastruktur yang paling umum dan untuk mobilisasi ekonomi, tapi jalan-jalan di Lampung tuh 1 kilometer bagus, 1 kilometer rusak," paparnya.

Selanjutnya dirinya menyoroti soal pendidikan yang begitu lemah. Walaupun daerah Lampung banyak menyumbang orang-orang cerdas.

"Gue enggak bilang Lampung itu kekurangan orang pintar ya, menteri-menteri aja banyak dari Lampung. Cuman proses penyaringan peserta didik yang ada di Lampung itu sendiri itu banyak kecurangan ya," ujarnya.

Tetapi karena sistem yang diterapkan membuat banyak orang masuk sekolah  atau perguruan tinggi karena orang dalam. Hal itu juga berlaku kepada guru dan manajemen sekolah.

Baca Juga: Food Station Hadirkan Rumah Beras Kelima di Jakarta Timur

Hal yang juga disoroti berikutnya tata kelola yang masih lemah di Lampung.
Bagi Bima masih ada sistem yang membuat kinerja pemerintah tidak efisien.

"Korupsi dimana-mana, birokrasi enggak efisien, hukumnya enggak ditegakkan, terus suap. Sektor ini tuh vulnerable ya, fluktuatif gitu, enggak stabil, dan yang menentukan harga yang di pusat juga gitu kadang-kadang anjlok, kadang-kadang naik," pungkasnya.

Usai viral di media sosial, remaja tersebut dilaporkan ke polisi oleh seorang Advokat dan Penasehat Hukum, Ghinda Ansori Wayka-Thamaroni Usman ke Polda Lampung atas dugaan penyebaran konten hoks pada Senin, 10 April 2023.

Load More