/
Rabu, 19 April 2023 | 12:33 WIB
Guru honorer di Lampung (Tangkapan layar)

Depok.suara.com - Seorang guru honorer di Lampung bernama Nindi Septi mengaku mendapatkan penganiayaan dari oknum petugas desa. Hal ini terkait permasalahan tanah yang dimilikinya.

Dilihat dari akun Twitter @LekKacung, guru honorer tersebut sembari menangis menceritakan pengalamannya. Dia menyebut tanahnya ingin diambil menjadi milik desa.

"Tanah saya mau diminta mengatasnamakan tanah desa padahal saya membeli ada sertifikatnya, ada nama mustaqim, saya juga sudah membayar hak jual beli keterangan desa, itu diminta 10 juta tapi saya membayar 8 juta. Tapi tidak diakui," paparnya.

Bukan saja tidak diakui kepemilikan tanahnya, guru honorer tersebut pun mendapat penganiayaan dengan dipukul kepalanya hingga diludahi. Ketika itu anaknya menjadi saksi dirinya dipukuli petugas desa.

Dirinya pun meminta bantuan Hotman Paris karena kasus tersebut. Pasalnya selama 1 tahun dirinya tidak mendapatkan kejelasan soal kasus ini.

"Saya malah jadi tersangka dan dipanggil sebagai tersangka," pungkasnya.

Load More