Depok.suara.com - Garp menjadi karakter yang dibanggakan oleh kalangan fans One Piece saat ini. Dalam beberapa chapter terakhir, Oda memperlihatkan kekuatan Garp di usianya yang suda renta. Apalagi, jurus Galaxy Impact nya dapat menghancurkan pemukiman. Setelah itu, dalam satu panel dia mengatakan kekuatannya sudah melemah.
Selain itu, dalam chapter terakhir kita juga bisa melihat pertarungan antara Garp dan Aokiji. Lagi-lagi Garp mampu mengalahkan mantan Admiral tersebut dengan mudah. Namun, bagaimana perseteruan ini dimulai?
Di chapter sebelumnya, kita diperlihatkan bagaimana anggota SWORD akhirnya muncul di pulau Beehive. Mereka berusaha untuk membebaskan Koby yang diculik oleh kelompok Blackbeard.
Namun, yang lebih menarik adalah di akhir chapternya kita melihat bagaimana kedahsyatan dari kekuatan Monkey D. Garp. Berbicara tentang Garp, di chapter 1081 diketahui jika dia bertarung menghadapi Aokiji. Apa yang kemudian jadi pemicu pertarungan kedua karakter tersebut?
Pertarungan Murid dan Mentor
Pertarungan antara Aokiji alias Kuzan menghadapi Monkey D. Garp jadi salah satu pertarungan yang menarik dalam arc Pulau Egghead ini. Mengapa? Hal tersebut karena hubungan diantara kedua karakternya. Diketahui jika Aokiji merupakan “murid pertama” dari sosok Monkey D. Garp, sebelum Koby atau Helmeppo. Fakta ini diketahui dari salah satu chapter sebelumnya.
Ketika Aokiji masih menjadi angkatan laut muda, dia selalu mengagumi sosok Garp. Bahkan, Aokiji menganggap Garp sebagai idola dan juga mentornya. Hal ini pun bahkan membuat para fans sempat berspekulasi jika semua perilaku dan tingkat laku serta pemahaman yang dianut oleh Aokiji mengikuti sosok Garp. Dia tidak mengikuti keadilan absolut atau apa pun yang berkaitan dengan World Government.
Ini juga kemudian diperlihatkan oleh Aokiji, yang justru memiliki prinsip berbeda dari angkatan laut lainnya. Dia justru lebih mengedepankan moral dibandingkan hal-hal yang dianggap banyak orang sebagai sebuah keadilan. Yang juga menarik adalah pertarungan murid dan mentor ini sebenarnya sudah diprediksi oleh para fans sebelumnya, ketika Koby diketahui diculik oleh Blackbeard di chapter 1059.
Para fans meyakini bahwa dalam momen penyelamatan Koby nantinya, maka pertarungan antara murid dan mentor yaitu Aokiji dan Garp pasti tidak akan terhindarkan. Dan kemudian, di chapter 1081 manga One Piece akhirnya spekulasi tersebut benar-benar terjadi. Dari informasi yang dihadirkan dalam chapternya, Aokiji diketahui tidak mampu untuk menghadapi sang mentor yang level kekuatannya terlalu dahsyat.
Baca Juga: Bukan Hanya Tidur Ini Jenis Istirahat yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Menikmati Libur Lebaran
Pemicu Pertarungan Garp dan Aokiji
Apa yang kemudian jadi pemicu pertarungan Garp dan Aokiji? Meskipun mungkin baik Garp atau pun Aokiji tidak ingin pertarungan diantara mereka terjadi, namun mau tidak mau hal tersebut akhirnya terwujud di chapter 1081. Terdapat beberapa kemungkinan yang kemudian jadi pemicu pertarungan antara Garp dan juga Aokiji. Yang pertama adalah bukti kesetiaan Aokiji kepada kelompok Blackbeard.
Seperti yang sudah diketahui, Aokiji adalah mantan admiral angkatan laut yang memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan kelompok bajak laut Blackbeard. Hal ini terjadi setelah Aokiji kalah dalam pertarungan melawan Akainu di Punk Hazard. Namun, karena Aokiji adalah mantan admiral angkatan laut kelompok Blackbeard sendiri diketahui masih belum percaya sepenuhnya terhadap Aokiji.
Di arc Dressrosa hal ini sempat dihadirkan oleh Burgess. Sejauh ini, memang belum banyak hal yang membuktikan kesetiaan Aokiji kepada Blackbeard. Namun, salah satu hal yang pernah dia lakukan adalah menculik Pudding. Bertarung melawan mentornya sendiri bisa jadi salah satu cara lainnya bagi kelompok Blackbeard untuk melihat dan menguji kesetiaan Aokiji terhadap mereka.
Di sisi lain, terlepas dari Garp adalah mantan mentornya Aokiji tidak memiliki pilihan lain selain bertarung menghadapi mentornya tersebut. Bukan mustahil jika Aokiji sebenarnya tidak bertarung menghadapi Garp, namun dia harus melakukannya demi memperlihatkan kesetiaan tersebut. Pemicu selanjutnya adalah Aokiji sudah bukan lagi angkatan laut sehingga dia bisa dengan bebas melakukan apa pun.
Dengan statusnya yang saat ini sebagai bajak laut, artinya di adalah incaran dari angkatan laut untuk ditangkap dan bahkan dihabisi. Di sisi lain juga dia bebas melakukan apa pun, termasuk bertarung menghadapi angkatan laut. Kemungkinan terakhir yang jadi pemicu pertarungan ini adalah sebagai bentuk pengalihan perhatian. Apa maksudnya? Aokiji sebenarnya berusaha untuk menyelamatkan Koby dengan bertarung menghadapi Garp.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington
-
Ramalan Zodiak 15 April 2026, Ini 4 Zodiak Paling Beruntung dan Panen Peluang Emas
-
Vladimir Putin Ingin Prabowo Subianto Kembali Berkunjung pada Mei dan Juli 2026
-
Spanyol Kecam Komentar Donald Trump terhadap Paus Leo XIV
-
Steven Wongso Lebih Dulu Terapkan Metode Diet 'Anjing' ke Ibu, sampai Dikatai Anak Durhaka
-
Jonatan Christie Optimistis Indonesia Lolos Fase Grup Thomas Cup 2026
-
Persib Bandung di Puncak, Federico Barba Tekankan Pentingnya Jaga Momentum
-
Persija Jakarta Kembali Menang, Allano Lima Makin Percaya Diri Hadapi Sisa Musim
-
Siap Tikung Persib, Borneo FC Nyatakan 7 Laga Sisa sebagai Partai Final
-
Vincent Kompany Salut Ada Pelatih Perempuan di Bundesliga, Pertama dalam Sejarah