Depok.suara.com - Ganjar Pranowo terlihat memakai pakaian garis-garis hitam putih pada sebuah acara. Diduga pakaian itu akan menjadi kaos resmi untuk tim relawannya dalam Pilpres 2024.
Walau begitu banyak pihak yang menyindir pakaian kampanye dari Ganjar Pranowo tersebut. Mereka menyamakan pakaian kampanye Ganjar Pranowo seperti tahanan Nazi Jerman.
Hal ini disampaikan oleh akun Twitter @OkkyMadasari. Dirinya menyebut pakaian kampanye dari Ganjar Pranowo tidak pas.
"Baju garis hitam putih kalau dijadikan seragam - dipakai ramai-ramai banyak orang, malah mengingatkan pada baju tahanan. Terutama baju tahanan Nazi. Jadi merinding, inget The Boy in the Striped Pajamas," ucapnya.
Warganet juga sependapat dengan Okky Madasari. Mereka malah meminta Ganjar Pranowo tidak memakai pakaian kampanye dengan model seperti itu.
"Hah , Indonesia kaya motif2 tradisional & banyak generasi muda kreatif bisa ciptain motif kain yg baru & modern, kok pilih yg beg," ucap @domesxxx.
"Konsepnya memang begitu sih mbak. Biar ngga kaget kalau nanti harus pakai "seragam garis hitam putih" beneran," ucap @kopxxx.
"maksudnya kemeja lurik kali ya? Tapi nggak dapet sih," papar @gitaxxx.
Berita Terkait
-
Ganjar Pranowo Kena Tegur karena Ingin Undang Bintang Kpop Buat Konser Jelang Pilpres: Jangan Seret Idol ke Politik...
-
Rekam Jejak Alam Ganjar, Anak Ganjar Pranowo Turun Gunung Masuk Barisan Juru Kampanye
-
Professor Tergocek Foto Editan Anies Baswedan Tawaf karena Diundang Raja Salman, Gibran Heran: Kok Ada Saya Disitu..
-
Jokowi Beberkan Kriteria Presiden Selanjutnya Harus Berani dan Kuat, Fahri Hamzah: Kayaknya Bukan Petugas Partai
-
Profil Anak Ganjar Pranowo, Muhammad Zinedine Alam Ganjar: Kpopers yang Suka Main Bola
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY