/
Senin, 31 Juli 2023 | 16:56 WIB
Pulau Cangkir (Twitter)

Kondisi inilah yang membuat warga percaya kalau makam tersebut ada penjaganya.

2. Sumber Mata Air di Dekat Pantai

Selain adanya makam Syekh Waliyuddin, ada juga sumber mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat.

Beberapa meter dari makam Syekh Waliyuddin atau tepatnya hanya berjarak sekitar 5-10 meter dari bibir pantai, terdapat sumber mata air dengan dua buah sumur.

Masyarakat setempat menyebut sumur tersebut dengan nama sumur kembar.

Masing-masing sumur diberi nama dengan nama Sulanjani dan Sulanjana.

Kedua sumur ini sama-sama memiliki air yang bersih dan jernih.

Banyak wisatawan yang menggunakan air sumur tersebut sebagai air minum atau air yang digunakan untuk berwudhu sebelum memasuki kawasan makam Syekh Waliyuddin.

3. Hutan Bakau

Baca Juga: Sederet Ujaran Kontroversial Rocky Gerung: Terbaru Terang-terangan Hina Jokowi

Daya tarik yang terakhir adalah adanya hutan bakau yang bisa dikunjungi saat berwisata ke sini.

Daya tarik yang terakhir adalah adanya hutan bakau yang bisa dikunjungi saat berwisata ke sini.

Hutan bakau yang ada di sepanjang perairannya ini sengaja dibuat untuk mencegah terjadinya abrasi laut.

Untuk sampai ke hutan bakau, pengunjung harus menyebrang dengan berjalan kaki melewati jembatan kayu.

Saat sudah tiba di hutan bakau, pengunjung akan melihat menjumpai kepiting, udang, hingga aneka burung seperti burung bangau yang hidup bebas berkeliaran.

Pulau Cangkir berada di Desa Krojo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten.

Lokasinya yang berada dekat dengan Jakarta membuat warga Jakarta dan sekitarnya suka berkunjung ke sana di akhir pekan.

Jaraknya dari pusat Kota Tangerang hanya sekitar 28 km saja sehingga bisa ditempuh dalam jangka waktu kurang lebih satu jam.

Untuk bisa sampai ke Pulau Cangkir, pengunjung bisa menggunakan jalur Tol Jakarta-Merak hingga sampai di Kota Tangerang.

Nantinya, tinggal melewati Jalan Padar Kemis.

Lanjutkan perjalanan Jalan Cadas lalu belok kiri saat menemui tikungan pertama.

Ikuti jalan hingga menemui tikungan kembali, ambil belok kanan dan sudah sampai di area wisata Pulau Cangkir.

Gerbang atau pintu masuk dari tempat wisata ini besar sehingga pasti akan langsung terlihat dari jarak beberapa meter.

Jika dihitung jaraknya dari kota Jakarta menuju ke Pulau Cangkir kira-kira sekitar 75 km sehingga membutuhkan waktu sekitar 3 jam saja.

4. Jam buka dan tiket masuk

Wisata ziarah yang juga termasuk wisata bahari ini memiliki jam buka selama 24 jam sehingga bisa datang kapan saja.

Untuk harga tiket masuknya, tempat ini mematok harga Rp20.000 per orangnya, baik itu anak-anak maupun orang dewasa.

Jika membawa kendaraan pribadi, biaya parkirnya hanya Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.

Load More