Depok.suara.com – Artis sekaligus model papan atas Indah Kalalo membagikan rahasia rumah tangga dengan suami bulenya, Ibrahim Justin Werner tetap harmonis meski usia pernikahannya sudah menginjak 12 tahun.
Menurut penuturan Indah Kalalo yang tertuang lewat tayangan video yang diunggah oleh channel Youtube Melaney Ricardo, sering berhubungan intim jadi salah satu kunci keberhasilan dirinya menjaga rumah tangga tetap harmonis.
“Jangan sampai berhenti (hubungan seks) say,” kata Indah Kalalo, dikutip dari YouTube Melaney Ricardo, Jumat 15 September 2023.
Selain sering melakukan hubungan intim dengan suami, Indah Kalalo rajin memakai pakaian yang seksi untuk mengundang hasrat sang suami.
Selain itu, model cantik yang dinikahi Ibrahim Justin Werner juga rajin berolahraga dan merawat tubuhnya agar terlihat lebih awet muda meksi usianya sudah menginjak 40 tahun.
Bukan explore aja, harus tetep seksi di depan suami ya kan. Lingerie-lingerie jangan yang zaman dulu harus tetep belanja,” ujar Indah Kalalo
Lantas berapa kali idealnya melakukan hubungan seks setiap minggunya?
Dilansir dari laman resmi siapnikah.org, bagi pasangan suami-istri, melakukan hubungan seksual merupakan sebuah kebutuhan biolologis yang harus harus dipenuhi setiap pasangan.
Frekuensi berhubungan suami-istri setiap orang memang berbeda-beda, tidak ada hitungan secara baku, selagi keduanya berhasrat dan sanggup melakukannya kenapa tidak?.
Baca Juga: Ashanty Ngamuk Dituding Sindir Fans Fuji yang Membully Aurel Hermansyah: Jangan Aneh-aneh
Namun Boyke menganjurkan agar suami-istri melakukan hubungan intim secara teratur sebanyak 1-4 kali dalam seminggu.
Pertimbanannya, frekuensi tersebut sesuai dengan ritme tubuh atau kondisi fisiologi pria dan wanita.
“Produksi sperma oleh buah zakar boleh dibilang sudah memenuhi kuota penampungan dalam kurun waktu tiga hari. Nah, kalau bisa mengikuti ritme fisiologis tersebut, kan bagus. Apalagi lantaran produksi ini memang harus dikeluarkan secara teratur sesuai waktu atau batas kuota alamiah tadi,” ungkap Boyke.
Untuk wanita, dengan pola berhubungan seks sebanyak 1-4 kali dalam seminggu, organ-organ tubuh wanita maupun mendapat kesempatan untuk “beristirahat sejenak”.
Karena, terlalu sering dan terlalu banyak berhubungan seksual memiliki dampaknya sendiri-sendiri.
Terlalu sering melakukan hubungan intim juga mempunyai efek negatif bagi pria karena akan membuat energi tubuh jadi terkuras habis dan badan jadi loyo.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Carlos Pena Bungkam Soal Gol Dianulir Saat Persita Tumbang di Markas Persib Bandung
-
Buku Tetsuya Kawakami: Menemukan Makna Literasi di Toko Buku Tua
-
Update Cedera Persib: Marc Klok Mulai Pulih, Alfeandra Dewangga Masih Pantauan Medis
-
Oppo Find X9s Batal Rilis di China, Fokus ke India? Ini Spesifikasi dan Bocoran Lengkapnya
-
Targetkan 53 Juta Wisatawan Aman, Askrindo Pastikan Pelancong di Jawa Tengah Terlindungi
-
Dijuluki The Next Reza Rahadian Gegara Film Tayang Tiap Bulan, Oki Rengga: Aku Malu!
-
Pelatih Ajax Beri Pujian Setinggi Langit Usai Maarten Paes Lakukan Tujuh Penyelamatan Luar Biasa
-
Jaga Intensitas, Persib Bandung Pilih Latihan Malam Selama Ramadan
-
Statistik Gila Emil Audero meski Cremonese Hancur 0-3 di Kandang AS Roma
-
Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Berbeda dari Krisis 1998