Bisnis / Keuangan
Senin, 25 Mei 2026 | 09:16 WIB
IHSG mulai menguat pagi ini. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • IHSG dibuka menguat ke level 6.187 pada perdagangan Senin, 25 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia.
  • Sebanyak 355 saham mencatatkan kenaikan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,59 triliun selama sesi perdagangan berlangsung.
  • Analis memproyeksikan IHSG bergerak fluktuatif di rentang 6.500 hingga 6.720 akibat tekanan global dan pelemahan rupiah.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau di awal perdagangan, Senin 25 Maret 2026. IHSG dibuka menguat ke level 6.187.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih naik tipis 0,04 persen ke level 6.164.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,03 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,59 triliun, serta frekuensi sebanyak 178.000 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 355 saham bergerak naik, sedangkan 189 saham mengalami penurunan, dan 415 saham tidak mengalami pergerakan.

Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, YPAS, HDFA, DIVA, FORU, KMTR.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ASPR, DAAZ, FOLK, CITA, BHAT.

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan peluang technical rebound pada perdagangan pekan ini di tengah tekanan global dan pelemahan rupiah. Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai kondisi oversold mulai membuka ruang penguatan terbatas bagi pasar saham domestik.

Dalam riset terbarunya, BRI Danareksa Sekuritas menyebut IHSG masih berada dalam fase konsolidasi bearish. Namun secara teknikal, peluang rebound jangka pendek mulai terlihat setelah tekanan jual asing mulai mereda.

Baca Juga: IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?

“IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang support 6.500 dan resistance 6.720,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya.

BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, perhatian pasar saat ini tertuju pada arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate), pergerakan yield US Treasury, hingga nilai tukar rupiah yang masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.

Selain faktor eksternal, sentimen domestik juga dinilai masih membebani pergerakan indeks. Tekanan jual investor asing serta kekhawatiran pasar terhadap sejumlah kebijakan sektor komoditas disebut menjadi salah satu faktor yang memicu volatilitas IHSG dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas melihat kondisi oversold berpotensi menjadi momentum technical rebound apabila sentimen global mulai membaik dan arus modal asing kembali masuk ke pasar domestik.

Sebelumnya, pada awal Mei 2026, BRI Danareksa Sekuritas juga sempat memproyeksikan IHSG mampu menguji area resistance 7.100–7.160 seiring positifnya data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang melampaui ekspektasi pasar.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More