Depok.Suara.com - Peristiwa pembunuhan Mirna Salihin yang dilakukan oleh Jessica Wongso akhir-akhir ini kembali menjadi perhatian masyarakat dan menimbulkan perdebatan.
Tidak sedikit tokoh terkenal yang menjadi tertarik dan mengundang para pakar dari masalah tersebut untuk berdiskusi secara langsung.
Salah satu yaitu Ashanty yang mengungkap telah mengikuti perjalanan sidang kasus kopi beracun dengan terpidana Jessica Wongso tujuh tahun lalu.
Ashanty menyatakan bahwa pada saat itu, ia lebih cenderung mempercayai keputusan hakim yang menyebut Jessica Wongso sebagai orang yang melakukan pembunuhan terhadap Mirna Salihin.
Namun setelah waktu berjalan selama 7 tahun, Ashanty merasa terkejut dengan pernyataan-penyataan terbaru yang disampaikan oleh Dokter Djaja Surya Atmadja dalam berbagai podcast artis.
“Pada waktu itu, Dokter sangat diperdebatkan karena ia menjadi salah satu pakar yang menurut saya berada di pihak yang pada saat itu sebenarnya merupakan terdakwa dari pihak Pak Otto (pengacara Otto Hasibuan)," kata Ashanty, seperti yang dikutip dalam podcast di channel YouTube miliknya, pada hari Kamis tanggal 12 Oktober 2023.
Dokter Djaja juga tidak bisa menyangkal bahwa ia pernah menjadi target kebencian dari banyak orang. Ashanty pun ingin tahu alasan mengapa sang dokter masih kokoh pada pendiriannya sampai sekarang dan tidak terpengaruh meskipun banyak orang yang mengkritiknya Seperti yang dikutip Depok.Suara.Com dari laman viva.co.id
Dalam pandangan Dokter Djaja, pada saat itu dia hanya mengungkapkan apa yang ia percayai yang mana kepercayaan ini didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman pribadinya sebagai dokter forensik.
“Secara prinsip, seorang ahli akan mengungkapkan pendapatnya berdasarkan keyakinannya yang kuat. Seseorang yang berkeahlian atau dokter menghadiri persidangan manapun, ia hanya menyampaikan pandangannya sendiri. Keyakinan tersebut berasal dari ilmu pengetahuan dan pengalaman, dan keduanya saya miliki," jelas Dokter Djaja.
Baca Juga: COO Miss Universe Indonesia Bantah Perintahkan Finalis Lucuti Baju Saat Body Checking
Dokter Djaja merasa memiliki pengetahuan yang mencukupi mengenai racun sianida ini. Dokter Djaja memiliki tujuan untuk menyampaikan fakta berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya, tanpa bermaksud untuk membela siapa yang benar dan salah.
"Saya mengajar itu, jadi saya hafal di luar kepala soal itu (ilmu forensik dan sianida). Sehingga pada waktu itu, saya ngomong apa yang mesti saya omongkan. Karena seorang dokter itu tidak punya kewajiban untuk membela siapapun, ngomong apa yang dianggap benar," katanya.
Saya memiliki pengalaman dalam menangani situasi, saya melakukan penelitian dan memberikan pelajaran mengenai zat sianida. Oleh karena itu, inilah yang saya sampaikan di pengadilan. Tidak peduli apakah orang lain setuju atau tidak, sebagai seorang ahli forensik, saya sangat menghormati guru saya," tambah Dokter Djaja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?
-
Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
-
Semangat Kemerdekaan, Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Membangun Daerah yang Berdaulat dan Makmur
-
BMW Puncaki Daftar Penjualan Mobil Mewah Meski Pasar Premium Sedang Lesu
-
4 Rekomendasi Obat Totol Flek Hitam Paling Ampuh, Ada yang Hasilnya Kelihatan dalam 7 Hari
-
Eks Member JKT 48 Tegur Keras Anak Buah Erick Thohir: Jujur Aku Kecewa!
-
Solidaritas dengan Korban Gempa Flores, Pemerintah Tunda Pesta Kembang Api di Monas
-
Bukan Sekadar Mediasi, KPAI Minta Pemulihan Korban Bullying SMPN 1 Blora Jadi Prioritas
-
Ulasan Drama Mother and Mom: Kritik terhadap Obsesi Menjadi Ibu Ideal