Ditemukan sejumlah fakta baru terkait temuan lokasi penimbunan bantuan sosial (Bansos) Presiden Jokowi di sebuah lahan dekat gudang JNE, Jalan Tugu Jaya, Kelurahan Tirta Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Fakta baru itu terungkap setelah video temuan "kuburan massal" paket bansos beredar di media sosial.
Mengutip Suara.com, penimbuan paket bansos di masa pandemi Covid-19 itu tidak diketahui oleh perangkat RT setempat.
Bikin Syok Pak RT
Ketua RT10/RW03, Sugeng mengaku baru tahu adanya temuan paket bansos yang diduga ditimbun tersebut dari berita.
"Kalau kami sendiri di lingkungan Tirtajaya, kami tidak tahu. Saya tahu dari Youtube," kata Sugeng saat dijumpai di lokasi.
Sugeng mengaku tidak pernah melihat atau mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lahan tersebut. Sebelumnya, lahan itu memang kerap dijadikan lahan parkir untuk mobil milik gudang JNE.
"Di sini mobil penuh, jadi warga tidak tahu. Ketua lingkungan jadi tidak tahu kalau di sini ada aktivitas mencurigakan. Ini tempat parkir JNE, jadi kami tidak tahu. Bukan kami tidak memperhatikan lingkungan, kami cukup waspada jadi kami tidak tahu persis," ucap Sugeng.
Keluarkan Bau Tak Sedap
Bau tidak sedap yang keluar dari lubang galian bekas "kuburan" paket bansos di dekat gudang JNE. Ceceran beras dengan aroma tak sedap juga tampak terlihat di galian tersebut.
Baca Juga: Polisi Periksa Pihak Kemensos dan JNE soal Beras Bansos Presiden Ditimbun di Depok
Pada bagian lahan yang digali tersebut juga telah ditutup terpal. Warga di sekitar lokasi pun mengeluhkan aroma tidak sedap imbas beras busuk yang diduga ditimbun tersebut.
Ngaku buat Septic Tank
Fakta lain yang terungkap setelah kasus ini terungkap adalah dari keterangan tukang gali bernama Nanang Firmansyah. Saat itu, melakukan penggalian lubang dengan lebar dua meter dan kedalalman 1,5 meter bersama rekannya yang bernama Rusdi.
Awalnya, Nanang diminta untuk menggali lubang dari rekannya yang bernama Dadung. Saat itu, pihak JNE menghubungi Dadung untuk mencari tenaga menggali septic tank.
"Saya awalnya dikasih orderan dari teman, namanya Pak Dadung untuk gali septic tank, ya sudah," kata Nanang saat dijumpai di lokasi.
"Intinya minta cari tenaga. Saya enggak siap tenaga, saya cari teman. Dia (Nanang) mau," kata Dadung menambahkan.
Berita Terkait
-
Polisi Periksa Pihak Kemensos dan JNE soal Beras Bansos Presiden Ditimbun di Depok
-
Temuan Kuburan Bansos di Depok, Mensos Risma Ogah Disalahkan: Itu Bukan Zaman Saya
-
Merasa Dibodohi Pihak JNE, Tukang Gali Septic Tank: Kalau Disuruh Kubur Paket Bansos Saya Pasti Gak Mau!
-
Geger Temuan Kuburan Bansos Jokowi di Dekat Gudang JNE Depok, Tukang Gali: Bilangnya Buat Septic Tank
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK