/
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 17:32 WIB
Sosoknya Terbongkar, Rudolf Pembunuh Wanita Terbungkus Plastik di Tol Becakayu Adalah Mantan Pendeta

Terkuak fakta baru di balik aksi sadis Christian Rudolf Tobing (36), pembunuh berdarah dingin. Masa lalu sosok pembunuh mayat terbungkus plastik hitam itu akhirnya terbongkar. Rudolf ternyata pernah menjadi pendeta muda di sebuah gereja kawasan Bogor. 

Fakta itu terungkap saat polisi memeriksa Rudolf terkait kasus pembunuhan terhadap teman wanitanya, Ade Yunia Rizabani atau Icha (36).

"Berdasarkan keterangan pelaku, dia pernah menjadi pendeta muda di salah satu gereja di Bogor," ujar Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Indrawienny Panjiyoga seperti dikutip dari Suara.com, Jumat (21/10/2022).

Terbongkarnya kasus ini, ternyata ada dua target lain yang hendak dibunuh oleh Rudolf. Salah satuny adalah H yang merupakan teman lamanya. 

Panji menyebut Rudolf sempat berupaya menjebak H lewat adiknya. Upaya tersebut gagal hingga dia menyasar Icha. 

"Sehingga pelaku bergerak ke target berikutnya yaitu korban I," jelas Panjiyoga. 

Lalu target lainnya, kata Panji, yakni temannya berinisial S. Alasan Rudolf memilih mengeksekusi Icha terlebih dahulu karena lebih mudah dihubungi. 

"Pelaku menilai korban I ini dekat dengan pelaku dan pelaku tahu bagaimana mengajak korban dengan cara bikin podcast bersama," bebernya. 

Pembunuh wanita terbungkus plastik. [Istimewa] (sumber: Istimewa)

Senyum Puas dan Motif Rudolf

Baca Juga: Apindo: Hukum Adat Masuk RKUHP Bisa Turunkan Minat Investasi

Peristiwa Rudolf tersenyum santai saat membawa mayat korban yang dibunuhnya terekam kamera CCTV lift di Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dalam video, Rudolf bahkan terlihat santai saat berpapasan dengan penghuni apartemen lain di dalam lift. 

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkap makna senyum Rudolf saat membawa mayat korban dengan troli di dalam lift bukan untuk mengelabui penghuni apartemen. Melainkan bentuk ekspresi kepuasannya usai membunuh korban. 

"Dia tersenyum karena misinya telah selesai atau mission accomplish," ujar Hengki.

Hengki menyebut motif Rudolf membunuh Icha karena hal sepele, yakni sakit hati. Perasaan sakit itu timbul karena korban Icha dan calon korban lainnya S berteman serta berfoto bersama dengan H sosok yang dibencinya.

Sebelum membunuh Icha, Rudolf bahkan terlebih dahulu memeras uangnya. Uang tersebut rencananya hendak dipergunakan untuk menyewa pembunuh bayaran yang ditugasi membunuh H.

"Yang bersangkutan telah membunuh korban dengan motif tersangka sakit hati."

Load More