Richard Eliezer atau Bharada E mengakui dirinya dijaga oleh orang suruhan Ferdy Sambo. Bharada E juga membongkar sosok orang suruhan Ferdy Sambo berstatus pengacara.
Pernyataan jujur Bharada E itu diiungkap saat menjadi saksi dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Yosua dengan terdakwa Sambo dan Putri Candrawathi yang digelar di PN Jaksel, hari ini.
Awalnya, hakim meminta Bharada E menceritakan kronologi saat dirinya di penjara atas kasus Brigadir J. Diketahui, Bharada E sempat ditahan di rumah tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok hingga akhirnya dipindahkan ke Rutan Bareskrim Polri.
"Kemudian kapan saudara mulai ditahan?" kata hakim seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (13/12).
"Saya lupa ditahan," kata Bharada E.
"Berapa lama setelah saudara di Brimob?" tanya hakim kembali
"Lama. Saya dibilang mau ada pemeriksaan, pertama pemeriksaan di Polda baru beberapa hari kemudian pemeriksaan di Bareskrim. Ternyata hari itu (usai diperiksa Bareskrim) juga ada penahanan," timpal Bharada E.
Hakim pun akhirnya menanyakan sosok pengacara yang sempat mendampingi Bharada E selama diperiksa dalam kasus Brigadir J. Menjawab pertanyaan itu, Bharada E pun akhirnya menyebut pengacara Andreas Nahot Silitonga yang merupakan orang suruhan Sambo.
"Waktu diperiksa diperiksa Bareskrim maupun di Brimob saudara didampingi penasihat hukum?" tanya hakim.
Baca Juga: Musuh Lama Duel Kembali: Adu Hebat Messi vs Modric di Sepanjang Karier
"Didampingi," jelas Richard.
"Siapa penasihat hukumnya?" kata Hakim.
"Bang Nahot," singkat Richard.
"Siapa yang menyediakan?" tanya hakim.
"Dari bapak (Ferdy Sambo)," ucap Richard.
Sebagai informasi, Andreas Nahot Silitonga merupakan salah satu tim penasihat hukum Bharada E yang pertama kali mendampingi, sebelum mengundurkan diri usai sekitar sebulan sejak penembakan pada 6 Agustus 2022 lalu.
Berita Terkait
-
Bharada E Cerita Momen Saat Dikasih Iphone Terbaru dan Amplop Berisi Dolar oleh Sambo-Putri
-
Peluk Mesra Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sebelum Dengarkan Kesaksian Bharada E Cs
-
Banyak Surprise yang Dialami Ronny Talapessy saat Dampingi Bharada E: Tangan Tuhan Membantu Kami
-
Putri Candrawathi Nangis Akui Diperkosa Brigadir J, Kok Masih Sempat Makan Sebelum Ngadu ke Ferdy Sambo?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus