Aktivis Papua Natalius Pigai sempat mendapat sorotan publik karena melayangkan kritik tajam kepada Presiden Jokowi. Lewat kritikannya kepada Jokowi itu, Pigai pun mendapat serangan balik dari netizen.
Dikutip dari SuaraJoglo, Pigai sempat menyoroti saat Jokowi hadir dalam perayaan Ekaristi di Altar Kudus di Papua. Melalui akun Twitter pribadinya, Pagai langsung mengecam kedatangan Jokowi itu.
"Sebagai Orang Katolik Saya Mengecam Presiden Jokowi. Datang saat perayaan Ekaristi Maha Kudus di Altar Kudus," cuit Natalius Pigai pada Twitternya yang dikutip pada Rabu (28/12/2022).
Pigai merasa Jokowi tidak elok masuk ke dalam gereja karena bukan orang Nasrani. Lantaran orang Islam, kata Pigai, Jokowi seharusnya hanya berada di halamam gereja saat perayaan Misa.
"Bagaimanapun Jokowi orang Islam tidak elok masuk Gereja saat Misa kecuali jika di halaman Gereja, Anda bukan Tuhan Allah. Ini RUMAH ALLAH YG KUDUS!" tulisnya.
Untuk diketahui, Misa merupakan perayaan ekaristi dalam ritus liturgi Barat dari Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Ritus Barat, tradisi Anglo-Katolik dalam Gereja Anglikan, dan beberapa Gereja Lutheran.
Cuitan Pigai yang mengkritik kedatangan Jokowi ke gereja itu mendapat sorotan netizen. Bahkan, ada netizen yang menyerang balik Pigai terkait kedatangan Bacapres Anies Baswedan ke Papua. Diketahui, Anies belum lama ini sempat melakukan safari politik dan mendapatkan nama baptis Yohanes dari tokoh agama di Bumi Cendrawasih itu.
Selain itu, netizen yang mengaku penganut Katolik justru berbeda pendapat dengan Pigai. Kunjungan Jokowi itu pun membuat mereka senang.
"Hadeuh saya selaku umat katolik aja merasa senang dan bangga.Kalau bapak jokowi mau hadir dan turut bersuka cita dalam natal," tulis netizen.
Baca Juga: Video Tak Senonoh Muda-mudi di Warung Gegerkan Warga Magetan
"Yang kunjungan Anies gak kau kecam?" tulis netizen.
"Sebagai org katolik saya jg mengecam anda yg sok Tau tentang perayaan ekaristi,udalah pigai jgn Kau rusak natal yg damai dgn rasa iri mu!!!" tulis netizen.
"Katanya ini toleransi kak, tapi ibadah umat lain dicampur aduk sesuai persepsi sendiri, dan mungkin bakalan terjadi ada umat kristiani diajak sholat di Masjid karena atas nama toleransi," tulis netizen.
Berita Terkait
-
Heboh Soal Badai Dahsyat, Jokowi: Ikuti Semua Informasi dari BMKG
-
Alasan Tunjuk Muhammad Ali Sebagai KSAL, Jokowi Kepincut Gaya Kepemimpinannya
-
'Mas Jokowi, Anda Bukan Harto atau Gus Dur' Rizal Ramli Minta Presiden Eling Tak Tunda Pemilu
-
Pesan Jokowi untuk KSAL Muhammad Ali: Kedaulatan Negara Menjadi Tanggung Jawab Besar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026