Pedangdut Cupi Cupita ternyata pernah gusar karena ukuran payudaranya besar. Cerita itu dialami Cupi Cupita ketika masih kecil. Bahkan, Cupi Cupita itu mengaku kerepotan saat beraktivitas gegara ukuran 'aset' miliknya itu terlalu besar.
Cerita itu diungkapkan Cupi Cupita dalam acara podcast yang disiarkan YouTube Nexera Entertainment, beberapa waktu lalu. Bahkan, kekinian, Cupi Cupita terpaksa menurunkan berat badannya agar bisa leluasa menopang 'aset' miliknya itu.
"Ya biar lebih ringan aja, dulu 52 kilo sekarang 48, enggak jauh turunnya," kata Cupi Cupita seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (15/2).
Meski demikian, Cupi Cupita menolak dibilang melakukan operasi plastik terkait ukuran payudaranya yang di atas standar wanita pada umumnya.
Dia pun mengungkapkan sejak duduk di bangku SD, ukuran dadanya sudah besar. Cupi mengaku 'aset' miliknya merupakan keturunan dari keluarga.
"Kalau turunan mamah yang gede belakangnya malah, lebih ke keluarga ayah turunannya," klaimnya.
Namun, Cupi Cupita pernah stres akibat 'aset' miliknya itu terlalu besar. Dia mengaku kerap menjadi korban keusilan teman sekolahnya saat duduk di bangku SD karena payudara miliknya terlalu besar. Pengalaman jahil yang dialaminya itu saat mengikuti mata pelajaran olahraga.
"Justru dulu bikin stres, keselnya tuh gini, tiap pelajaran olahraga kan ganti baju tuh, pasti dijailin mah ada aja, jadi pas olahraga memusingkan. Aku jalan aja udah gini, kalau lari di tempat kan, coba," ujar Cupi Cupita tak melanjutkan kalimatnya.
Dalam podcast itu, Cupi tak sungkan untuk membagikan tips kepada wanita lainnya dalam hal merawat payudara. Salah satunya, dia menyarankan agar tidak mengenakan bra saat tidur.
Baca Juga: Viral Foto Putri Candrawathi saat Muda, Publik: Kok Mirip Vera Pacar Brigadir J
"Kalau Cupi tuh emang diajarin sama bibi, sama uwa (pijit payudara) terus kalau bobo jangan pakai bra," kata pedangdut berusia 30 tahun ini.
Dia pun menyarankan agar para wanita tak gampang payudaranya disentuh oleh pasangannya. Pasalnya, hal itu bisa membuat 'aset' jadi kendur.
"Terus misal lagi suka banget sama orang, terus pacaran, ciuman, itu nggak boleh sambil tangannya kemana-mana, karena saat itu hormonnya lagi naik, jadi seberapa pun kenceng itunya, nggak akan berasa (kalau nanti kendur), karena kita menikmati, nah itu yang nggak boleh," ujarnya.
Menurut Cupi Cupita, payudara adalah aset penting wanita. Sebabnya, jika diserahkan ke selain suami ia bakal merugi.
"Kan sayang kalau masih pacaran, kecuali kalau mau dinikahin. Udah nikah mah bebas, nggak apa-apa (kendur)," kata dia.
(Sumber: Suara.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Hasil Piala AFF U-17 2026: Tumbang dari Malaysia, Timnas Indonesia Wajib Kalahkan Vietnam
-
Dituntut 11 Tahun, Mantan Kepala Bank di BSD Hanya Divonis 1 Tahun Penjara
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Segera Tayang di Indonesia, 5 Alasan Film Horor Korea Salmokji Layak Dinantikan
-
Warga Karawang dan Bandung Dominasi Pelamar di Nyari Gawe, Ini Sebarannya!
-
Langgar Aturan BPOM? Penggunaan Visual Bayi di Pionir AMDK Menuai Polemik
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci