Publik sempat digegerkan dengan penampakan wanita anggota LPSK yang mengawal Bharada E atau Richard Eliezer setelah dijatuhi vonis hukuman 1,5 tahun penjara terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Yosua. Setelah mendengarkan putusan hakim, Richard dikawal ketat anggota LPSK saat keluar ruang persidangan.
Salah satu wanita yang mengawal Richard setelah dijatuhi vonis hakim, menjadi perhatian publik hingga sempat trending. Pasalnya, 'mbak-mbak' LPSK itu tampak memiliki wajah cantik. Setelah video pengawalan LPSK itu viral, selebrgam Tyna Ratu mengaku-ngaku sebagai anggota LPSK yang ikut mengawal Richard.
Pengakuan itu disampaikannya lewat video di akun Tiktok miliknya @tynaratu.
"Me mbak LPSK nya Icad," tulis Tyna Ratu.
Namun, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu membantah bahwa Tyna Ratu adalah pegawai LPSK yang mengawal Richard Eliezer saat sidang vonis.
Setelah kebohongannya terbongkar, Tyna Ratu akhirnya memberikan klarifikasi dan meminta maaf.
"Di sini aku meminta maaf kepada mba LPSK dan media yang telah meng-up video aku," ucap Tyna Ratu dalam postingan di akun Instagram miliknya.
Dalam penjelasannya, Tyna Ratu mengaku video yang akhirnya viral dan jadi buruan netizen itu ialah murni karena kagum dengan petugas LPSK yang mengawal Richard saat mengawal kasus pembunuhan Brigadir J.
Sebelumnya, Tyna Ratu unggah ulang postingan dari rekannya yang menyebut bahwa video viral tersebut hanya sekedar konten.
Baca Juga: Jangan Bingung, Ini 4 Tips Sebelum Memilih Tanaman Hias untuk Pemula
"Hai guys, FYI vidio ini just content ya guys. Ka tyna suport ka Icad lewat content," tulis narasi pada Instastory di akun Instagram miliknya.
"Terima kasih buat semua yg slalu suport Kaka ku," tambah unggahan tersebut.
Dalam bio di akun Instagram tersebut, Tyna Ratu mengaku tinggal di BSD Tangerang dan seorang single mom. Sejumlah produk iklan ada di postingan Tyna Ratu.
(Sumber: Blitz)
Berita Terkait
-
Nikita Mirzani Sindir Bharada E dan Keluarga Brigadir J Minta Kenaikan Pangkat, Memang Prosesnya Bagaimana?
-
Menengok Pertemuan Ibu Richard dan Ibunda Yosua: Satu Mohon Ampun, Satu Berlapang Dada
-
Bharada E Banjir Hadiah dari Penggemar, Warganet Miris: Ke Mana Hati Nurani Kalian?
-
Kini Serang Bharada E yang Diyakini Bakal Minta Naik Pangkat, Nikita Mirzani Dicibir Artis Kurang Laku
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel