Nama pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo disorot gegara ulah anaknya, Mario Dandy Satrio yang menganiaya putra kader GP Ansor, David hingga koma. Rafael disorot karena memiliki kekayaan fantatis bahkan nyaris sama dengan kekayaan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.
Berdasar laporan LHKPN, kekayaan Kepala Bagian Umum Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan II diketahui menembus angka Rp56,10 miliar. Beda Rp2 miliar dengan kekayaan Sri Mulyani yang mencapai Rp58,04 miliar.
Bahkan, kekayaan Rafael itu mengalahi milik Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Pratomo yang merupakan atasannya. Berdasarkan LHKPN, Suryo hanya memiliki kekayaan Rp14,4 miliar.
Terkait hal itu, KPK pun sampai turun tangan untuk melacak sumber kekayaan Rafael lantaran dianggap ada kejanggalan.
Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengatakan bahwa pihaknya telah bergerak menelusuri harta kekayaan Rafael.
"Sudah bergerak, saya sudah suruh periksa," kata Pahala seperti dikutip dari Suara.com, Jumat (24/2).
Pahala mengatakan pada pemeriksaan nantinya, salah satu hal yang mereka dalami harta-harta Rafael yang tidak termuat di LHKPN.
"Jadi yang pertama target kami mencari tahu ada lagi gak aset dia yang gak dilaporkan, makanya kami ke BPN lihat aset lain," ujarnya.
"Kami ke bank kalau ada rekening bank dia yang belum dilapor dan belum ada isinya. Kami ke asosiasi asuransi kali-kali dia punya polis yang miliaran dia enggak lapor. Kami ke bursa efek kali-kali dia punya saham atau obligasi atau apaapun yang gak dilapor, itu yang pertama yang kami lakukan," sambungnya.
Baca Juga: Rafael Dihukum Sri Mulyani, Cuma Dicopot dari Pejabat Pajak Bukan Dipecat
Setelah itu, KPK selanjutnya menelusuri asal dari aset-aset Rafael yang ditemukan tak terdaftar di LHKPNnya.
"Ini asalnya dari mana, kalau warisan kami agak tenang. Kalau kami cek bahwa memang aslinya orang tuanya punya harta banyak misalnya gitu," tutur Pahala.
"Tapi kalau dia bilang hibah gak pakai akta, itu suah pasti kami undang. Jadi kalau nanti kami undang ada dua yang belum dilapor, sama yang akta gak pakai hibah dari siapa nih, hubungannya apa?" sambungnya.
Berita Terkait
-
Rafael Dihukum Sri Mulyani, Cuma Dicopot dari Pejabat Pajak Bukan Dipecat
-
Sri Mulyani Minta Rafael Alun Trisambodo Dicopot dari Jabatannya
-
RESMI! Sri Mulyani Copot Pejabat Pajak Ayah Pelaku Penganiayaan, Kekayaannya Bakal Ditelusuri
-
Enaknya Jadi Pegawai Pajak, Tidak Bayar Pajak Tapi Punya Gaji 50 Kali Upah Guru Honorer
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi