/
Senin, 22 Mei 2023 | 08:15 WIB
Koar-koar Tuduh Arie Kriting Bayar Dukun, Nursyah: Indah Ini Dibikin Gila (Instagram/@arie_kriting@mustaminnursyah)

Ibunda Indah Permatasari, Nursyah menganggap jika putrinya telah diguna-guna hingga tergila-gila kepada Arie Kriting. Sebab, Nursyah mengaku sikap Indah Permatasari berubah drastis setelah dekat dengan Arie Kriting yang kini menjadi suami sahnya.

Pernyataan itu disampaikan Nursyah lewat podcast yang tayang di akun YouTube Opra Entertainment, beberapa waktu lalu.

Diketahui, pernikahan Indah dan Arie Kriting belum mendapatkan restu Nursyah. Bahkan, setelah memiliki anak dari Indah Permatasari, Nursyah makin menjadi musuh bebuyutan Arie Kriting. 

Dalam podcast tersebut, Nursyah awalnya mengaku memiliki bukti jika Arie Kriting memiliki dukun santet. Sang mertua pun menuding jika Arie Kriting pernah bertemu dukun santet itu di sebuah mal. 

"Saya mau lawan itu dukun santet, yang kasih kirim uang di mal, itu laki-laki [Arie] yang bayar [dukun santet] di mal," kata Nursyah. 

Dia pun tak asal menuding Arie Kriting karena mengklaim punya bukti yang diberikan oleh dukun santet tersebut. 

"Saya tahu dukunnya, dia bayar di mal ketemu di mal, itu tukang santet yang kasih tahu, ada bukti bu, saya enggak sembarang ngomong," sambungnya. 

Nursyah juga menceritakan gelagat putrinya berubah lantaran dituding telah diguna-guna oleh Arie Kriting. 

"Mulai dari orok sampai jadi artis, Indah perubahan drastis gila sama laki-laki," ujar Nursyah.

Baca Juga: Dipuji Bak Bidadari, Ini Sosok Cewek Cantik yang Bikin Marselino Ferdinan Dijewer Erick Thohir

"Indah ini dibikin gila," imbuhnya. 

Selain itu, Nursyah sendiri menyampaikan bahwa dirinya tak takut apabila dilaporkan ke kepolisian.

Sebab, Nursyah mengklaim memiliki bukti Arie Kriting melakukan santet kepada Indah Permatasari. Nursyah menyebut bukti yang ia memiliki berupa direct message alias DM.

"Saya bilang saya enggak sembarang ngomong, saya kan bisa dilaporin sama orang, tapi ada bukti DM," tuturnya.


(Sumber: Yoursay.id)

Load More