/
Senin, 12 Juni 2023 | 12:12 WIB
Sempat Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa usai Dikasih Tetangga Minum Air Bekas Bong Sabu, Begini Nasib Balita di Kaltim. (Ist)

Nasib malang menimpa seorang bayi berinisial N (3 tahun) setelah meminum air dari alat isap sabu-sabu alias bong dari tetangganya. Bahkan, balita itu sempat dibawa ke rumah sakit jiwa setelah prilaku dianggap aneh karena efek sabu-sabu. 

Peristiwa balita terpapar sabu itu terjadi saat orang tuanya berinsial M bertamu ke rumah tetangganya pada Selasa (7/6/2023) sore. Saat berkunjung tiba-tiba N haus dan diberi minuman botol oleh tetangganya yang diduga bekas alat isap sabu-sabu. 

Kasus bayi terpapar sabu diungkapkan oleh Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur Rina Zainun.

"Anaknya itu kan kehausan, sama tetangganya ini diambilkan air minum di dalam botol yang isinya sudah setengah," katanya seperti dikutip dari Sukabumi.suara.com--jaringan Suara.com.

Prilaku balita N mendadak berubah setelah pulang bersama orang tuanya di rumah. Balita itu mendadak menjadi hiperaktif dan tidak bisa tidur beberapa hari.

Selain itu, balita N juga menjadi sering bicara hingga disangka sang ibu mengalami kerasukan. 

"Gejalanya itu dia aktif, tidak mau diam, mulutnya ngoceh terus dan tidak mau tidur. Awalnya ibunya mikir anak ini kesurupan," kata dia.

Bayi tersebut juga mendadak tak nafsu makan hingga mengeluarkan keringat dingin dari tubuhnya. Kondisi balita itu pun dianggap tak terlihat letih walau tak mau makan dan minum. 

"Dari Selasa sampai Rabu itu tidak mau makan sama minum. Dan gejala lain keluar keringat dengan aroma yang tidak sedap," ujarnya. 

Baca Juga: Geger Bayi di Kaltim Mabuk Sabu-sabu, Awalnya Dikira Sang Ibu Kerusupan Gegara Anaknya Ngoceh Terus hingga Mata Melotot

"Dia kelihatan enggak capek, walaupun tidak makan tidak minum terus enggak ngantuk. Terus matanya tuh terbuka lebar," imbuhnya. 

Guna mengetahui penyebabnya, ia berkonsulitasi dengan orang tua balita, agar anaknya itu dilakukan tes urine. Kemudian pada Rabu (8/6) malam, N akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Samarinda.

"Rabu malam saya koordinasi dengan Kabid Keperawatan Rumah Sakit Jiwa. Akhirnya diarahkan periksa air kencing. Satu jam setelah itu hasilnya keluar, ternyata positif metamfetamin (narkoba)," ungkapnya.

Setelah diketahui positif narkoba, N dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda guna menjalani perawatan.

"Di rumah sakit umum diambil tindakan opname karena dari pihak medis khawatir tentang kesehatan anak ini karena organ tubuh dipaksa untuk begadang dan tidak makan," ujar Rina.

Setelah dirawat, N kondisinya mulai pulih  dan diperbolehkan pulang. Setelah pulang dari rumah sakit, N sudah bisa makan, minum dan tidur karena mendapatkan perawatan. Tetapi untuk gejala hiperaktif sampai saat ini belum ada perubahan.

Load More