Sejak dibongkar oleh istri sah, Lady Nayoan, skandal perselingkuhan Rendy Kjaernett dengan adik kandung Raffi Ahmad, Syahnaz Saqidah ramai disorot. Bahkan, Kamaruddin Simanjuntak, pengacara yang menangani kasus Brigadir J alias Yosua Nofriansyah Hutabarat ikut menanggapi soal hubungan terlarang Rendy dan Syahnaz.
Menurutnya, Rendy dan Syahnaz berpeluang terjerat pidana karena terlibat skandal perselingkuhan. Bahkan, Kamaruddin pun menyebut jika keduanya juga bisa dikenakan pasal berlapis.
"Dampak hukumnya bisa kenal pasal 411, 284, 281, dan 79 KUHP, (bisa dipenjara) hanya beberapa bulan saja, jadi tidak membuat orang jera," katanya dalam kanal YouTube Intens Investigasi seperti dikutip dari Selebtek.suara.com--jaringan Suara.com, Sabtu (8/7).
Meski demikian, Kamaruddin menyebut jika ancaman hukumannya dalam pasal-pasal yang disebutnya itu tidak membikin jera para pelakunya.
Menurutnya, orang yang nekat berselingkuh dari pasangannya hanya jadi kesenangan sementara. Berkaca pada kasus Rendy dan Syahnaz, Kamaruddin pun meminta agar orang-orang masih suka main serong dengan pasangannya agar segera bertobat.
"Jadi kalau misalnya ada seseorang senang berzina, foya-foya, itu hanya sementara saja. Sedangkan setelah itu usia akan tua, mari kita renungkan ke mana kita pergi," ujarnya..
Kamaruddin pun menganggap, adanya permintaan maaf dan pengakuan Rendy Kjaernett tidak membuktikan bahwa dirinya bersalah kepada Lady Nayoan. Sebab, Syahnaz hingga kini masih bungkam setelah disebut-sebut terlibat perselingkuhan dengan Rendy Kjaernett.
Kamaruddin pun menyinggung soal pengadilan di akhirat yang akan memberikan hukuman terhadap dosa-dosa seseorang selama di dunia.
"Terbukti kan soal pengakuan aja, Tapi walaupun di sini tak terbukti, tapi di sana terbukti, di akhirat," ujarnya.
(Sumber: Selebtek suara.com)
Tag
Berita Terkait
-
Alasan Isu Sensitif hingga Ogah Undang Syahnaz Saqidah ke Podcast, Denny Sumargo Disindir: karena Adiknya Raffi Ya?
-
Syahnaz Saqidah Kepergok Selingkuh, Jeje Govinda Nyaris Cipok Pria Bikin Geli: Jangan-jangan Pelangi
-
Sebut Rendy Kjaernett Seperti Orang Linglung Tak Bisa Berbuat Apa-apa, Denny Sumargo: Saya Sarankan Dia Bersikap Layaknya Pria
-
Netizen Labil! Dulu Dukung Jeje Kini Mulai Puji-puji Rendy Kjaernett usai Muncul di Podcast Denny Sumargo: Ganteng dan Pemberani
-
Habis Selingkuh Terbitlah Benci, Lady Nayoan Kini Jijik dengan Rendy Kjaernett: Senyumnya Palsu!
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
6 Shio Paling Beruntung di 28 Februari 2026, Ada Ayam hingga Babi
-
Belum Pulang ke Indonesia, Alumni LPDP Irawati Puteri Dituding Bawa Kabur Uang ILDS
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Tawuran Sahur Patrol di Gresik Berujung Pembacokan, Dua Pemuda Luka Parah
-
Pemerintah Gandeng AS Kembangkan Ekosistem Semikonduktor, Potensi Investasi Rp 530 Triliun
-
Bogor Dikepung Cuaca Ekstrem, Menko AHY Dorong Infrastruktur Adaptif di Kota Hujan
-
Digugat Cerai Mawa, Insanul Fahmi Masih Pikir-Pikir Talak Inara Rusli
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Mahasiswi Dibacok, DPR Desak Evaluasi Keamanan Kampus UIN Suska Riau
-
TNI Dikirim ke Gaza, Misi Damai atau Jebakan Perang Maut Lawan Hamas?