Pengacara Farhat Abbas merasa geram dengan mencuatnya skandal perselingkuhan yang melibatkan Syahnaz Saqidah dengan Rendy Kjaernett. Saking kesalnya, Farhat menyerukan pemboikotan terhadap adik Raffi Ahmad itu.
Selain memboikot, desakan agar Syahnaz diusir dari Bandung juga diserukan oleh Farhat Abbas.
"Kita akan meminta kepada walikota Bandung untuk memboikot atau menolak, kalau perlu dideportasi aja dari Bandung, tidak usah lagi menjadi warga Bandung," kata Farhat Abbas dalam unggan video di channel YouTube Intens Investigasi seperti diwartakan Suara.com.
Farhat Abbas menganggap skandal perselingkuhan Syahnaz dan Rendy Kjaernett bisa ditiru oleh generasi muda karena bisa dianggap dianggap sebuah kenormalan.
"Oleh karena itu, kita meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan sweeping cyber. Dari awal kita menganggap bahwa perselingkuhan itu bukan budaya Indonesia yang agak unik gitu," katanya.
Dia pun menyarankan jika ada orang yang menjadi korban perselingkuhan agar melaporkan pasangannya ke ranah hukum. Dia pun turut mengapresiasi upaya Lady Nayoan yang akhirnya menggugat cerai Rendy Kjaernett setelah berselingkuh dengan Syahnaz.
"Makanya saya mendesak istri dan suami pelaku untuk melakukan laporan pidana, atau kalau perlu ditinggalkan. Dari dua artis tersebut, ada satu orang artis yang menggugat cerai, ya kita apresiasi, karena ini merupakan tindakan terbaik," imbuhnya.
Farhat Abbas sekali lagi meminta agar artis-artis yang terciduk berselingkuh seharusnya tidak usah ditampilkan lagi di depan publik.
"Kami sebagai LSM sedang mengumpulkan bukti-bukti, yang jelas apakah itu betul-betul perlakuan mereka, atau mereka yang buat-buat seperti itu," kata Farhat.
Baca Juga: Sadis! Tangan Taufik Hidayat Putus Ditebas Maling
Soal keputusan Jeje Govinda memaafkan Syahnaz, Farhat Abbas memilih untuk tidak peduli dengan alasan itu adalah urusan pribadi mereka.
(Sumber: Suara.com)
Berita Terkait
-
Usai Klarifikasi Kasus Rendy Kjaernett, Syahnaz Girang Joget Bareng Nisya Ahmad: Menyambut Kemenangan!
-
Merasa Gak Adil, Rendy Kjaernett Tagih Syahnaz Minta Maaf ke Lady Nayoan: Pas Ketahuan Lagi, Gue Udah Minta Maaf Sama Jeje
-
Syahnaz Diledek Gegara Suka Ngompol Bak Bocah, Lady Nayoan Ungkit Chat Mesra 'Iya Suami, Love Sekebon'
-
Dipuji Wanita Mulia Walau Selingkuh, Farhat Abbas Curigai Jeje Govinda Tunduk dengan Syahnaz karena Cuan: Dia Bergantung pada Wanita
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius
-
Ribuan Ekstasi dari Jaringan Malaysia Dimusnahkan di Kalbar, Dua Pria Terancam Hukuman Mati