/
Kamis, 14 September 2023 | 14:04 WIB
Produksi 120 Film Bokep di Jaksel: Irwansyah Dulunya Tukang Pijat, Mulung Sampah hingga Belajar Otodidak jadi Sutradara.

Setelah kasus rumah produksi Kelas Bintang di Jakarta Selatan yang membuat 120 film bokep diungkap polisi, masa lalu sang sutradara sekaligus bos PH Irwansyah akhirnya terbongkar. Irwansyah ternyata dulu hanya berprofesi sebagai tukang pijat. 

Fakta baru itu diungkapkan Kasubdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya Kompol Ardian Satrio Utomo. 

Bermodal ilmu yang dipelajari secara otodidak, tersangka Irwansyah akhirnya nekat menjadi sutradara film. 

"Dia awalnya dari tukang urut, dia belajar otodidak terus akhirnya dia jadi YouTuber, konten kreator, terus jadi sutradara," kata Adrian, dikutip dari Suara.com, Rabu (14/9).

Tak hanya pernah menjadi tukang pijat, Irwansyah juga sempat menjadi pemulung sampah hingga menjadi pengepul pada 2006 sampai 2009.

Singkat cerita, Irwansyah akhirnya terjun ke dunia hiburan pada 2009. Ia bahkan membuka agensi dan kelas akting pada 2019 hingga 2020.

"Saat ini tersangka bekerja di webstreaming menjabat sebagai pemilik sejak 2022 dengan tugas dan tanggung jawab sehari-hari yaitu membuat film, sutradara, penulis, promosi, editing, akuisisi, pendanaan," bebernya. 

Berdasar hasil pemeriksaan awal, Irwansyah mengaku memperoleh ide membuat film porno karena pengalaman atau kebiasaannya menonton film dewasa. 

"Dari pengalaman nonton film, nonton film gitulah," katanya. 

Baca Juga: Ngaku Sejak SD Sudah Nonton Bokep, Virly Virginia: Rame-rame Satu Kelas di Rumah Aku

Motif Cari Cuan

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, terungkap motif di balik aksi Irwansyah membuat 120 film porno karena dianggap bisa menghasilkan banyak uang. Sederet selebgram seperti Siskaeee dan Virly Virginia turut membintangi film dewasa garapan Kelas Bintang.  

"Terkait motif ekonomi. Mungkin menawarkan film seperti ini lebih banyak peminatnya," kata Ardian.

Selain Irwansyah, polisi juga menetapkan empat tersangka lainnya lantaran dianggap terlibat dalam produksi film porno yang sempat bermarkas di kawasan Jakarta Selatan. Mereka adalah JAS, AIS, AT dan SE. 

"JAS itu kameramen, AIS selaku editor, SE selaku sekretaris dan salah satu talent wanita, AT selaku sound engineering dan pemain figuran juga," kata Adrian. 

Polisi juga sedang menelusuri aliran uang yang dihasilkan dalam pembuatan film porno tersebut. Dalam penelusuran itu, polisi juga menggandeng beberapa bank untuk memblokir rekening yang dipakai para tersangka untuk menampung keuntungan dari film esek-esek itu. 

Load More