Suara.com - Di sebuah museum, sejumlah anak nakal-nakal bertemu pemandu wisata misterius bernama Mary Beth (Christina Applegate). Mary Beth memiliki sesuatu yang istimewa di dalam museum untuk sekumpulan anak nakal ini.
Bersama Mary Beth memulai tur mereka ke dalam sebuah ruangan rahasia, di mana The Book of Life mulai terungkap.
Dari buku itu, Mary Beth mengenalkan beberapa karakter dan desa San Angel. Dan dimulailah kisah Manolo Sánchez yang suaranya diisi Diego Luna.
Manolo seorang pemuda yang tengah bimbang antara memenuhi harapan keluarganya atau mengikuti cintanya pada María (Zoe Saldana), perempuan yang ia sayangi sejak kanak-kanak. Namun, Manolo harus berjuang mendapatkan Maria, karena ternyata Joaquín (Channing Tatum), sahabatnya yang menawan dan pemberani juga mencintai Maria.
Melihat konflik hati di antara ketiga anak muda ini, roh La Muerte (Kate del Castillo) dan Xibalba (Ron Perlman) bertaruh, siapakah yang akan menang dan menikahi María.
Takut kalah dalam taruhan setelah María mulai jatuh untuk Manolo, Xibalba yang mendukung Joaquin, mengirimkan ular untuk membunuh Manolo. Untuk memenangi cinta sejatinya, María, Manolo harus menjalani sebuah perjalanan yang luar biasa yang mencakup tiga dunia fantastis di mana ia harus menghadapi ketakutan terbesar dengan hanya bersenjata akal, gitar, dan dua pedangnya.
Kisah petualang Manolo inilah yang menjadi inti dari film "The Book of Life". Film ini menyajikan set besar mitologi di dunia visual spektakuler yang belum ada sebelumnya. "The Book of Life" menyatukan gaya visual yang unik dari sutradara Jorge R. Gutierrez yang juga membantu penulisan skenario.
Film ini merupakan sebuah proyek Guillermo del Toro yang sangat berbeda dari science fiction yang dihasilkannya sebelumnya. Ada campuran petualangan, aksi, komedi, roman dan musik yang menyenangkan di sini.
Perjalanannya ke layar lebar dimulai dengan, cukup tepat, yakni melalui persahabatan antara Toro sebagai produser dengan Brad Booker, seorang eksekutif pengembangan FX Reel, yang tahu Gutierrez selama lebih dari satu dekade sangat bersemangat untuk berkolaborasi dengannya. Dua pembuat film ini tahu betul proyek ini membutuhkan partner kreatif yang sempurna untuk kelancaran proses produksi.
Kisah Manolo dan sahabat pemberaninya, Joaquin sangat beda dengan cerita-cerita animasi lainnya, yang umumnya menceritakan seorang pangeran tampan. Maria, perempuan yang mereka sayangi juga bukan putri kerajaan, tetapi perempuan biasa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Bea Cukai Rp61,3 Miliar, Amy Qanita Akui Sempat Syok
-
Harumkan Nama Bangsa, Pelatih Vokal Marvel Marlon Sabet Penghargaan di Malaysia
-
Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi
-
Sarwendah Kirim Surat Ajak Ruben Onsu Bertemu, Pengacara Jadwalkan Bulan Depan
-
Yuka Theo dan Niko Junius Bakal Pandu Fan Meeting Win Metawin di Jakarta
-
Kolaborasi dengan Artis Korea Makin Dilirik, KACA 2026 Umumkan Deretan Pemenang
-
Betrand Peto ke Sarwendah: Bun, Pernah Ingat Bagaimana Kalian Hasut Keluargaku di NTT?
-
Lutesha Kehilangan Suara Usai Adegan Kesurupan di Film Cerita Lila
-
Heboh Curhat Betrand Peto Bela Ruben Onsu, Singgung soal Tamparan