Entertainment / Gosip
Selasa, 11 November 2014 | 08:27 WIB
Robin Williams [Shutterstock]

Suara.com - Ketika aktor Robin Williams meninggal akibat bunuh diri pada 11 Agustus 2014 lalu di rumahnya di California Utara, tidak ditemukan adanya obat-obatan, alkohol, dan zat illegal lainnya dalam tubuh Robin.

Kantor sheriff di Marin County menegaskan pada Jumat (7/11), bahwa penyebab kematian Robin akibat asphyxia (kondisi di mana tubuh tidak memperoleh cukup oksigen untuk menyuplai seluruh tubuh atau jumlah karbon dioksida yang berlebihan dalam tubuh) karena gantung diri.

Sebelumnya, TMZ juga melaporkan jika Robin menderita kecemasan dan parkinson di hari-hari menjelang bunuh diri. Meskipun, laporan koroner menyimpulkan sang aktor tidak mabuk pada saat kematiannya, namun ia punya empat jenis obat dalam sistem tubuhnya. Dua antidepresan dan dua senyawa kafein.

Robin yang meninggal di usia 63 tahun ditemukan tewas di kamar tidurnya dengan sabuk melilit lehernya. Robin juga berusaha menyayat pergelangan tangannya dengan pisau saku.

Setelah kematiannya, istri Robin, Susan Schneider merilis sebuah pernyataan bahwa suaminya itu menderita tahap awal penyakit parkinson.

"Ia berani berjuang sendiri melawan depresi, kecemasan, dan tahap awal penyakit parkonson, yang mana ia belum siap untuk berbagi secara terbuka," kata Susan.

Load More