Suara.com - Penyanyi Muhammad Hamzah atau yang akrab disapa Bjah pernah bikin geger panggung hiburan Tanah Air pada pertengahan 2013. Lama menghilang setelah hengkang dari band The Fly, dia muncul membawa kabar tak sedap. Bjah diciduk anggota Direktorat IV Narkoba Mabes Polri di sebuah klub malam di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat pada 19 Juni 2013 terkait kasus narkoba.
Bjah ditangkap saat sedang bernyanyi bersama empat orang rekannya. Tiga diantaranya, termasuk Bjah ditetapkan sebagai tersangka. Barang bukti yang ditemukan saat itu antara lain bong hisap, 0,3 gram sabu-sabu, 14 butir happy five serta 1,5 butir ekstasi.
Bjah yang kini membuka label rekaman bernama AB n Brother Music berbagi kisah kelamnya kepada suara.com. Berikut wawancara khusus dengan Bjah saat berkunjung ke kantor redaksi suara.com baru-baru ini.
Bagaimana pengalaman kamu saat tersandung kasus narkoba?
Wah, itu momen terparah dalam hidup gue. Gue ditangkap itu Juni 2013 dan divonis hakim satu tahun enam bulan rehabilitasi. Kebetulan gue direhab di panti rehabilitasi Kalimaya, Mega Mendung, Bogor.
Bagaimana rasanya saat pertama kali masuk panti rehabilitasi?
Gue mikir kalau gue bukan junkie (pecandu), gue tuh nggak butuh gini-ginian. Gue mikir, gue dulu bisa kok berhenti pakai narkoba.
Apa saja yang dilakukan selama direhab?
Jadi, di sana setiap pagi ada sesi curhat sama sesama penghuni rehab, konsultasi gitu lah. Seminggu di sana gue akhirnya sadar, gue emang pemakai. Padahal, di sana nggak dijagain, di sana cuman makan tidur, nyanyi-nyanyi. Kalo direhab di tempat lain itu nggak enak. Pemakai memang egonya tinggi. Nah, itu yang dipangkas habis di tempat rehab lain.
Anda sadar setelah direhab?
Pas direhab gue sadar. Sebetulnya gue sudah empat kali jalani rehab, dari tahun 1995.
Betah di sana?
Jujur gue betah di sana.
Sekarang sudah tidak direhab lagi?
Desember kemarin (2014) habis. Tapi gue tetep suka ke sana. Karena kita kalau sendirian berhenti (pakai narkoba) nggak bisa. Kita harus selalu dijaga. Takutnya nanti balik lagi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam