Suara.com - Kuasa hukum tersangka mucikari artis bernama RA, Pieter Ell mendatangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban untuk berkonsultasi sekaligus meminta perlindungan untuk kliennya.
Ini dilakukan karena pada sidang yang akan datang tersangka Robbie akan menyebutkan nama-nama para pelanggannya dan kliennya yang pernah memakai jasanya sebagai mucikari.
"Nanti saat sidang tidak disebutkan lagi inisial oleh tetapi namanya pejabat dan artis karena itu kami mohon perlindungan pada LPSK terhadap klien kami," kata Pieter usai melakukan konsultasi dengan perwakilan LPSK, di kawasan Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2015).
Diakui Pieter, Robby tidak pernah mendapatkan adanya ancaman dari luar. Namun bila melihat wajahnya nampak ada raut dan khawatir di wajah kliennya tersebut.
"Iya dari secara psikologi klien saya syok. Memang tidak diungkapkan, tapi saya lihat dari wajahnya mimik wajahnya pasti terganggu. Apalagi menyebut nama-nama pejabat yang memiliki kedudukan," paparnya.
Bukan hanya itu, Pieter mengaku wajib berkonsultasi dengan LPSK karena pada kasus Robby rentan terhadap teror karena melibatkan parta pejabat yang sampai saat ini masih menduduki jabatan tersebut. Sayang dia enggan menyebutkan nama-nama pejabat yang terlibat.
"Kasus ini rentan terhadap teror karena melibatkan orang-orang yang memiliki kedudukan. Sekarang saya menanyakan persyaratan apa yg harus kami penuhi, kira-kira klien saya memenuhi syarat atau tidak," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan