Pengacara Dahlan Pido, selaku kuasa hukum Robby Abbas, menegaskan bahwa penangkapan terhadap dua artis yang jadi tersangka prostitusi, Nikita Mirzani (NM) dan Puty Revita (RP) di Hotel Kempinsky pada Kamis (11/12/2015) malam tidak ada Hubungan dengan kliennya.
"Penangkapan tadi malam dua artis tersebut tidak ada hubungannya dengan RA klien kami. Dia sudah dipenjara saat ini tidak mungkin bisa mengendalikan apa apa. Kalau ada kaitannya pasti sudah menghubungi saya sebagai pengacara RA," kata Pido saat dihubungi Jumat (11/12/2015).
Pido menambahkan, NM dan RP yang menurut Bareskrim memasang tarif Rp50 juta-Rp120 juta itu tidak masuk dalam jaringan, melainkan inisiatif pribadi. "Kalau ini kan pribadi, dia cari duit untuk dirinya sendiri, berbeda halnya dengan kasus lain seperti narkoba itu pasti ada jaringan diluar," kata pido.
Lebih lanjut Pido tidak ikut campur dengan penangkapan yang terjadi semalam. "PR dan NM saya juga tidak tahu apa profesi mereka atau hal lainnya," singkat Pido.
Robby Abbas sendiri sudah divonis 1 tahun 4 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada 26 Oktober 2015 lalu. Robby dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Robby ditangkap Polres Jakarta Selatan pada pada 9 Mei 2015 karena menjadi mucikari sejumlah artis ternama di Indonesia. Namun, artis yang diperiksa hanya segelintir saja, yakni model dan DJ Amel Alvi. Amel sempat memberikan kesaksian di depan hakim.
Sedangkan artis lainnya yang berinisial TM dan SB tidak memenuhi panggilan polisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam