Suara.com - The Look of Silence (Senyap), film dokumenter karya sutradara Joshua Oppenheimer yang mengangkat tema pembantaian massal pascatragedi G30S tahun 1965, masuk nominasi Oscar untuk kategori Documentary Feature. The Look of Silence merupakan karya kedua Oppenheimer setelah The Act of Killing (Jagal) yang juga bertema sama.
Film besutan sineas Amerika Serikat itu masuk daftar nominasi ajang Academy Award ke-88 yang diumumkan di Samuel Goldwyn Theater di Beverly Hills, Kamis (14/1/2016) pagi waktu setempat. Nominator untuk seluruh kategori penerima Piala Oscar yang berjumlah 24 kategori tersebut dibacakan oleh aktor John Krasinski, Presiden Academy Award Cheryl Boone Isaacs, serta dua sutradara papan atas Hollywood, Guillermo del Toro dan Ang Lee.
Malam penghargaan Academy Awards ke-88 akan digelar di Dolby Theater, Hollywood, Amerika Serikat, pada Minggu, 28 Februari 2016 mendatang.
Film yang sempat dilarang diputar di sejumlah wilayah di Indonesia tersebut mengangkat kisah Adi, seorang lelaki yang keluarganya dituduh anggota PKI. Kendati mengadopsi tema yang sama, The Look of Silence ini berbeda dengan film Jagal yang mengungkap fakta dari sisi pelaku pembantaian. Senyap akan bersaing dengan nominator lain di kategori dokumenter seperti Amy karya Asif Kapadia, Cartel Land karya Matthew Heineman, What Happened, Miss Simone karya Liz Garbuz, dan Winter of Fire: Ukraine's Fight for Freedom besutan Evgeny Afineevsky.
Sehari sebelum dimumumkan masuk dalam daftar calon penerima Oscar, Senyap sudah terlebih dahulu menyabet juara pertama di Cinema Eye Honors ke-9, ajang penghargaan tahunan dalam bidang nonfiksi atau karya dokumenter. Senyap juga memenangkan award untuk kategori Outstanding Direction untuk Oppenheimer dan Outstanding Production untuk Signe Byrge Sorensen, sang produser. Meski di Indonesia film ini banyak mendapat penolakan saat akan diputar di sejumlah kampus maupun di lingkungan terbatas, namun sang sutradara Joshua, menerima Penghargaan Suardi Tasrif dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) tahun 2015.
Oppenheimer dan Sorensen juga menjadi jawara untuk dua kategori tersebut pada tahun 2014 lewat film dokumenter pertama Oppenheimer, The Act of Killing.
Berita Terkait
-
Membaca Lebih Senyap dari Bisikan: Menelanjangi Realitas Pahit di Balik Pernikahan
-
Operasi Senyap Ditresnarkoba Polda Metro: Bongkar Peredaran Etomidate di Jakbar hingga Tangerang
-
Pasukan AS Tangkap Nicolas Maduro, Trump Klaim Serangan Skala Besar Sukses
-
Cara Mematikan Mode Senyap iPhone, Dijamin Suara Notifikasi Muncul Lagi
-
Satire Komikal yang Menyakitkan dalam Buku Lebih Senyap dari Bisikan
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Angga Wijaya Galau, Foto Istri Belum Dihapus meski Digugat Cerai
-
Perlunya Jaga Lisan, Julid Doakan Tetangga Hajatan 7 Hari Malah Berakhir Duka
-
Yuk, Tonton Konten Kreator Ijoeel Sulap Zebra Cross di Pancoran Jadi Gambar Estetik
-
Risty Tagor Tak Pernah Tagih Nafkah Anak dari 3 Mantan Suami: Urusan Dia Sama Allah
-
Viral Bocah 9 Tahun Dibanting Ustaz di Musala, Dituduh Bikin Lecet Mobil Kiai
-
Vincent Verhaag Pakai Pola Asuh Anak 7-7-7, Apa Itu?
-
Klarifikasi Dea Annisa Disebut Jadi 'Sapi Perah' Keluarga sampai Tunda Nikah
-
Cara Vincent Verhaag Agar Jadi Cinta Pertama Anak Perempuannya
-
Tsania Marwa Masih Tak Menyangka Diizinkan Masuk ke Rumah Atalarik Syach Bertemu Anak
-
Ahmad Dhani Sentil Abu Janda Bahas Amerika Ciptakan Teknologi Modern, Sebut Ilmunya Dangkal