Suara.com - Nama Yayan Ruhian dikenal setelah sukses berperan sebagai Mad Dog di film The Raid. Ilmu pencak silat yang dikuasai menjadi daya tarik tersendiri saat memerankan karakter seorang pembunuh bengis itu.
Di kehidupan kesehariannya, laki-laki asal Tasikmalaya itu memang tak pernah lepas dari dunia bela diri. Yayan adalah seorang guru pencak silat.
Lalu seperti apa kehidupan seorang Yayan sebelum berkibar di industri perfilman Indonesia? Apakah ada yang berubah setelah mulai sibuk sebagai aktor laga? Berikut wawancara suara.com dengan Yayan yang dilakukan baru-baru ini :
Seperti apa sih keseharian anda sebelum terjun ke dunia akting?
Sebelum masuk ke dunia film sampe sekarang masi tetap. Dulu saya pelatih pencak silat sampai sekarang ya tetap. Jadi kalau ditanya bagaimana sebelum setelah masuk sini ya sama. Hanya waktu saja. Kalau dulu dari pagi sampe sore bahkan malam saya ngajar. Sehari bisa tiga empat kali. Tapi sekarang mungkin dalam seminggu hanya dua tiga kali.
Ada dampak dari perubahan itu?
Justru alhamdulillah dengan berkurang waktu saya melatih ternyata memancing untuk menciptakan penerus di perguruan saya dan memberikan kesempatan calon pelatih di perguruan.
Terus untuk menyesuaikannya bagaimana?
Itu mengalir ya. Kalau biasanya ngajar aja terus tiba-tiba ada syuting saya tinggal koordinasi ke teman pelatih atau asisten. Ternyata dampaknya positif walaupun buat saya pribadi harus mengakui kalau itu kemunduran. Mundur dalam arti dulu latihan silat bisa empat jam sekarang tiga atau dua jam. Itu tantangan buat saya.
Perubahan pola latihan seberapa besar?
Dulu sehari ngajar tiga kelas. Pemanasannya minimalnya sejam. Sekarang ada porsi yang dikurangi tapi ada materi yang besok-besok ditambah. Prinsip saya ya melatih dan berlatih tetap saya terapkan.
Pengaruh ke fisik nggak?
Saya nggak tau pengaruh karena kurangnya latihan atau peningkatan usia. Ya gimanapun usia nggak bisa dilawan. Tapi saya juga nggak mau menyalahkan usia sebagai alasan. Misal dulu kuat push up 100 terus sekarang saya udah tua 50. Kalau push up saya turun bukan karena usia bertambah tapi latihannya yang kurang, itu yang saya setting di pikiran.
Jatah mengajar anda berkurang, ada murid mencari-cari?
Ada, tapi saya tetap komunikasi dengan mereka. Bahkan dengan yang senior saya selalu ajak, besok kita latihan yuk. Ada yang tau tau kontak mau latihan. Tapi maunya sama saya. Saya langsung tanya mau latihan apa mau ketemu saya? Saya bilang gitu. Saya tidak ingin orang menjadikan silat jadi alasan ketemu saya. Tapi saya ingin menjadikan diri saya menjadi alasan orang belajar silat. Saya ingin silat bisa tambah berkembang baik secara perguruan atau secara umum.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Belanja Skincare Hemat di Guardian? Pakai Promo BRI Ini Dapat Cashback 25 Ribu!
-
Hasto: Perjuangan PDIP Seperti Akar Rumput, Dibakar Pun Akan Kembali Tumbuh
-
Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Resmi Pimpin Sementara BI
-
Eksfoliasi Dulu atau Cuci Muka Dulu? Hati-hati, Salah Urutan Bisa Bikin Kulit Rusak!
-
Review Serial Musafir Cafe: Balada Cinta, Ambisi Karier, serta Pengorbanan
-
BGN Tutup 833 Dapur MBG, Tak Dapat Bayaran
-
Lintas Generasi dan Genre! Panggung Megah BRI Jazz Gunung Bromo Bertabur Bintang
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan yang Transformatif
-
Bukan Pakai APBD, KDM Pastikan Uang Sayembara Begal Rp10 Juta Murni dari Kocek Pribadi
-
In This Economy: Gengsi Nggak Bisa Bayarin Bensin, Naik Transum Is The New Flex!