Suara.com - Direktur Peran Serta Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Pol Drs. Siswandi memastikan tersangka Jupiter Fortissimo akan menjalani rehabilitasi setelah menjalani pemeriksaan asesmen atau kadar kecanduan terhadap narkoba.
"Setelah saya intrograrsi, dia setahun yang lalu telah menggunakan narkoba jenis sabu. Dari prosesnya dia bukan jaringan, kurir, dan juga bukan Bandar tapi dia adalah korban. Tatkala kita nyatakan korban berarti dia penyalahguna. Penyalahguna dan pecandu narkotika wajib direhabilitasi," kata Siswandi saat ditemui di kantor BNN Pusat, di Jalan : M.T. Haryono No. 11, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (13/5/2016).
Lebih lanjut kata Siswandi, tahapan tes esesmen berlangsung lama. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Sehingga hasil pemeriksaan labolatorium belum diketahui.
"Kalau pemeriksaan lab itu kalau sudah ketahuan positif dan negatif itu cepat. Tapi tatkala dilakukan esesmen dan menggali, tidak gampang untuk mengetahuinya," ujarnya menjelaskan.
Nantinya, hasil dari tes asemen tersebut akan menentukan bagaimana metode rehabilitasi yang dijalani Jupiter.
"Apakah rehabilitasi media, sosial, atau rawat inap, itu tergantung hasil asesmen," katanya.
Jupiter ditangkap polisi saat berada di ruang karaoke Lokasari, Kelurahan Tangki, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, pada Selasa (10/5) dini hari. Dia kedapatan menyimpan satu paket sabu seberat 0,5 gram. Sedangkan temannya, Firmansyah (35) menyimpan tiga paket sabu seberat 2 gram.
Menurut Kapolsek Tamansari AKBP Suhermanto, Jupiter membeli sabu kepada Firmansyah. Tak lama kemudian, Jupiter pun ditahan di sel Polsek Tamansari dan dijadikan tersangka.
Sebelumnya pada 2008, Jupiter sempat mengeluarkan pengakuan bahwa dia pernah menjadi pecandu narkoba dan penyuka sesama jenis. Namun waktu itu, dia mengaku telah bertobat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara
-
Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah
-
Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie
-
Karnaval Tanpa Dentuman: Pemkot Malang Tegas Larang Sound Horeg di HUT RI
-
Profil Joshua Baker Adik Mitchell Baker yang Bela Hong Kong, Bisa Dinaturalisasi Jadi WNI?
-
Apa Moisturizer Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Umur 40 Tahun? Ini 4 Pilihannya
-
Fakta Mitchell Baker: Sang Adik Bela Hong Kong, Sama-sama Gacor Bobol Lawan
-
5 Rekomendasi Sunscreen Brightening Sesuai Review, Bikin Kulit Cerah dan Glowing Alami
-
Angkat Ritual Asli Banyuwangi, Sihir Tanah Kubur Tembus 57 Ribu Penonton di Hari Pertama