Suara.com - Pemerintah Cina mengeluarkan kebijakan yang melarang penyanyi Kanada, Justin Bieber, untuk sekadar berkunjung ataupun menggelar konser di negerinya.
Pelarangan tersebut, seperti dilansir Agence France-Presse, Jumat (21/7/2017), ditetapkan karena Bieber dinilai pemerintah Cina memunyai "perilaku buruk".
Namun, 'perilaku buruk' itu bukan terutama sebagai penilaian terhadap sikapnya yang arogan, melainkan karena sang artis pernah mengunjungi Kuil Yasukuni di Jepang.
Kuil tersebut terbilang kontroversial, karena menjadi tempat penyimpanan abu tentara-tentara Jepang yang mati pada Perang Dunia II.
Penyimpanan abu mereka di kuil itu merupakan simbolisasi bahwa para tentara tersebut adalah pahlawan dan disucikan.
Padahal, tentara Jepang pada PD II terkenal bengis, gemar membunuh dan memerkosa rakyat negeri jajahannya, termasuk Cina.
Biro Kebudayaan Kota Beijing menegaskan, Bieber baru dibolehkan kembali mengunjungi atau menggelar konser di Cina kalau sudah memperbaiki 'perilaku buruknya'.
"Mendukung seseorang yang 'berperilaku buruk' untuk masuk ke dunia seni serta kebudayaan kita yang maju adalah tindakan tak terpuji. Tapi, kalau yang bersangkutan sudah memperbaiki perilakunya itu dan menjadi dewasa, dia boleh ke negeri kita," demikian pernyataan biro tersebut.
Untuk diketahui, Bieber kali terakhir berkunjung dan mengadakan konser di negeri tersebut pada tahun 2013.
Baca Juga: Bentrokan Berdarah di Masjid Al Aqsa, Satu Warga Palestina Tewas
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan