Suara.com - Lagu 'Kemarin' yang dipopulerkan Seventeen kini menjadi perbincangan banyak orang. Pasalnya, lagu tersebut seperti menggambarkan kondisi memilukan yang menimpa Ifan Seventeen setelah melalui peristiwa tsunami di Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (22/12/2018).
Lagu bernada mellow itu ternyata diciptakan oleh Herman Seventeen, sang gitaris yang menjadi salah satu korban meninggal akibat musibah tersebut. Diciptakan tiga tahun lalu, 'Kemarin' memang bicara soal kematian.
Hal itu diutarakan oleh Dendi Reynando, pihak manajemen Seventeen sekaligus sahabat para personelnya. Lewat Instagram Story, Dendi mengaku sempat bertanya pada Herman soal lagu 'Kemarin' yang terasa berbeda dari lagu Seventeen lainnya.
"Seperti lagu 'Kemarin' yang pernah saya tanya ke Kak Eman tiga tahun lalu, kenapa lagu ini beda dengan lagu-lagumu yang lain," tulis Dendi Reynando.
Jawaban Herman Seventeen saat itu terdengar begitu sederhana. Katanya, lirik dan musik lagu 'Kemarin' begitu saja terlintas di pikirannya.
"'Iya itu lagu tentang kematian sob, nggak tahu kenapa tiba-tiba keluar begitu saja', jawab Kak Eman," sambungnya lagi.
Saat dirilis 21 Desember 2016, lagu 'Kemarin' memang tidak sepopuler 'Slalu Mengalah'. Namun kini, lagu tersebut mendadak viral dan dicintai banyak orang.
Seperti diketahui, Seventeen menjadi pengisi acara "Employee Gathering PLN UIT JBB" yang berlangsung di Tanjung Lesung Beach Resort. Dalam video amatir yang tersebar di media sosial, air tiba-tiba menyapu lokasi acara ketika Seventeen sedang tampil di atas panggung.
Baca Juga: Ifan Seventeen Ungkap Kebiasaan Istrinya yang Bikin Sebal
Berita Terkait
-
Said Bajuri Tak Sangka Lagu Kemarin Gambarkan Keadaan Seventeen
-
Is Pusakata : Saya Nggak Kebayang di Posisi Ifan Seventeen
-
Hobi Travelling, Ini Deretan Tempat Wisata Favorit Dylan Sahara
-
Ifan Seventeen Ungkap Kebiasaan Istrinya yang Bikin Sebal
-
Rasakan Ngerinya Gelombang Tsunami Selat Sunda, 3 Artis Ini Selamat
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Pacific Rim: Upaya Manusia Ciptakan Jaeger untuk Lawan Kaiju, Malam Ini di Trans TV
-
Jadi Istri Pejabat, Daster Arumi Bachsin Cuma Rp30 Ribuan
-
Aurelie Moeremans Ungkap Kriteria Utama dalam Memilih Rumah Produksi Film Broken Strings
-
Terpilih Jadi Severus Snape di Serial Harry Potter, Paapa Essiedu Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Beda Reaksi Fuji Ditanya Gebetan, Full Senyum saat Disinggung Reza Arap
-
Karina Ranau Ngamuk Dibilang Lebay Lebaran di Makam Epy Kusnandar, Tantang Hater Ketemu
-
Reza Arap Salting Parah di Depan Fuji, Rachel Vennya Malah Gencar Godain Terus
-
Prioritaskan Kesehatan, Adhisty Zara Mundur dari Sinetron Beri Cinta Waktu
-
Vokalis Avenged Sevenfold Beri Kode Keras: Kita Harus Balik Lagi ke Jakarta
-
Barasuara Batal Manggung Usai Festival Riang Gembira Batal Digelar, Iga Massardi: Itu Zalim