Suara.com - Artis Vanessa Angel disebut melakukan upaya pengaburan fakta oleh Guntual Laremba, salah satu mantan pengacaranya dalam kasus prostitusi online di Surabaya.
Beberapa pengaburan fakta itu diantaranya soal aliran dana dan keberadaan lelaki di dalam kamar hotel ketika Vanessa diamankan petugas dari Polda Jawa Timur pada Sabtu akhir pekan lalu.
"Kemudian terkait tidak ada laki-laki, kan nyatanya ada laki-laki di ruangan itu. Agak sedikit sulit kami membandingkan itu jadi berbanding terbalik lah," kata Guntual di Mapolda Jawa Timur, Kamis (10/1/2019) saat hendak menyampaikan pengunduran diri sebagai kuasa hukum Vanessa.
Apa yang disebut sebagai kebongonan itu disampaikan rekan Guntual, Muhammad Zakir Rasyidin, dalam jumpa pers, Senin lalu. Menurut Guntual, keterangan itu merupakan permintaan Vanessa.
"Bantahan yang dilakukan saudara Muhammad Zakir Rasyidin selaku Ketua Tim Kuasa Hukum VA pada hari Senin malam di Jakarta adalah merupakan permintaan VA sendiri yang disaksikan oleh Jane Shalimar," katanya.
Menurut dia, bantahan atas pesanan Vanessa itu berbeda dengan kejadian sebenarnya. Hal itu, lanjutnya, justru menimbulkan polemik.
"Kami prihatin juga kecewa terhadap permintaan VA yang terjadi pada rekan kami Zakir untuk meluruskan pemberitaan. Yang ternyata membalikkan fakta, sehingga nama baik kami selaku kuasa hukum menjadi ikut tercoreng," ujarnya.
Karena alasan itu lah, Guntual dan Zakir memilih untuk mengundurkan diri. Meskipun, pihak Vanessa mengklaim yang melakukan penarikan surat kuasa mereka.
Baca Juga: Ini 5 Artis Prostitusi yang Satu Muncikari dengan Vanessa Angel
"Demi nama baik profesi, kami mengundurkan diri dari kuasa hukum VA secara terbuka. Terhadap segala bantuan yang pernah kami berikan selaku kuasa hukum semoga bermanfaat," kata dia. [Antara]
Berita Terkait
-
Ramadhan Sananta Ungkap Alasan Utama Terima Pinangan Persebaya Surabaya
-
Bernardo Tavares Yakin Ramadhan Sananta Meledak Lagi Bersama Persebaya
-
Resmi Jadi Pemain Persebaya, Ramadhan Sananta: Halo Rek, Aku Wis Ijo!
-
Buka Mukernas GPdI 2026, Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Generasi Berkarakter
-
Surabaya Masuk Peta Tur Asia Hillsong Worship 2026, Konser Digelar September
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap