Suara.com - Artis Acha Septriasa keluhkan terkait pencoblosan capres dan cawapres oleh WNI yang berada di Australia. menurut dia, banyak sahabtnya yang berada di Negeri Kangguru urung memberikan hak suaranya dikarenakan waktu yang sangat terbatas.
Hal ini disampaikan Acha Septriasa melalui akun Instagramnya.
"Trudy Hasta Taftiana (teman Acha Septriasa) dan teman- teman yang ada di foto ini mungkin mereka sedang merasa sedih krn sebagai WNI yang berhak memilih dan sedang berada di luar Negeri. Sebagai visitors, pendatang sementara, students, Permanent Resident baru, atau pun temporary resident, mereka BELUM menggunakan HAK PILIH nya. Dikarenakan Pintu di tutup jam 18.00 tepat.
Menurut Informasi yang saya dapat, banyak dari mereka yang seharusnya sudah menjadi DPT tapi mungkin ketika di search di website KJRI resmi namanya jadi tidak bisa di temukan. Akhirnya mereka banyak yang pindah TPS.
Turut menyayangkan bahwa banyak sekali teman- teman kita yang menunggu 5 tahun untuk memilih , bahkan mereka ada juga yang sudah memutuskan pilihan untuk TIDAK GOLPUT tapi dibatasi dengan JAM pemilih Khusus yang hanya 1 jam sblm pencoblosan berakhir," beber Acha Septriasa panjang lebar.
Acha yang diketahui sedang berada di Australia pun harus pagi-pagi sekali berangkat ke TPS untuk mencoblos.
"Saya sendiri permanent resident di Sydney, Tp karena takut kehilangan hak pilih , saya datang jam 8 pagi ke Town Hall untuk mencoblos, masih blm terlalu crowded , ada 4 TPS panitia di sana juga dengan jelas mengInformasikan pada saya bahwa DPLNK ( khusus) yang telat mendaftar ulang (pendaftaran berakhir 8 maret -13 maret 2019 )seperti saya boleh memilih dan datang lebih awal dr jam 17.00 supaya menghindari antrian yang membludak. Saya pindah TPS akhirnya ke Marrickville. Di situ saya mencoblos di TPS 10, datang lebih awal jam 3.30 sore, traffic nya gak terlalu padat seperti di town hall dan KJRI , banyak pemilih Tetap yang entah mengapa terdaftar di panjang nya lists calon pemilih, tp NIHIL kedatangan nya di jam 3.30 sampe jam 5 sore.
Guys, apapun itu.. tetap berpegang teguh pada Indonesia, yakin kalau keadaan ini pasti ada hikmahnya, dan jangan memperkeruh suasana dengan upaya-upaya prasangka. Mungkin Informasi yang kita akses sedemikian rupa dariTim penyelenggara Pemilu Luar Negeri Sydney di website KJRI masih minim, namun Gak bisa di pungkiri Kejelasan sebagai peserta pemilih juga KURANG di Gaung kan ke seluruh masyarakat di Sydney dengan bebas di platform terbuka. Dan panitia seperti kewalahan menyambut pemilih yang datang dr segala penjuru NSW. Bagaimana @bawasluri @kpu_ri dan @kjrisydney menyikapi hal ini?," tulisnya lagi.
Acha Septriasa juga unggah video antrean di Town Hall tempat pencoblosan dilakukan. Meski sudah mengantre dari sore, menurut Acha, ternyata masih banyak yang tidak bisa masuk ke lokasi.
"Suasana di Town Hall pada Malam hari (dari Trudy Taftiana ) saat TPS di tutup . Mereka ada juga yang sudah antri dari sore , dan tidak bisa masuk. Di KJRI berita nya juga banyak tersiar di Twitter video tentang WNI di luar negeri yang marah karena tak bisa menggunakan hak pilihnya padahal sudah tinggal di Sydney," sambung Acha Septriasa.
Baca Juga: Bikin Nangis, Momen Haru Suami Acha Septriasa Bertemu Anaknya
Tag
Berita Terkait
-
Acha Septriasa Bahas Yellow Flag yang Sering Dianggap Sepele di Pernikahan
-
Acha Septriasa Debut Jadi Sutradara dan Produser Lewat Film '9 Aku, Love Heals'
-
Acha Septriasa Sebut Bertahan di Pernikahan Toksik Tak Selalu Benar
-
Suamiku Lukaku: Ketika 'Suami Idaman' Justru Menjadi Mimpi Buruk di Balik Pintu Rumah
-
Ulasan Film Suamiku Lukaku: Isu KDRT yang Diangkat dengan Sensitif dan Kuat
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan
-
Hadirkan Jirayut, Film Cek Khodam Padukan Unsur Mistis Lokal dan Komedi Khas Thailand
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
-
Lagu Baru Luqman Podolski 'Ayah' Ungkap Sisi Kelam Hubungan Keluarga yang Jarang Dibicarakan
-
Bukan Algoritma, Ini Sosok 'Pemain Baru' di Balik Lagu Viral TikTok yang Perlu Kamu Tahu
-
FORESTRA 2026 Umumkan Line Up Tahap Kedua, Hadirkan Perpaduan Musik dan Keindahan Alam