Suara.com - Artis peran Nikita Mirzani sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap pelapor yang merupakan mantan suaminya, Dipo Latief.
Selain melaporkan Nikita Mirzani atas kasus penganiayaan, Dipo Latief juga melaporkan Nikita dengan tuduhan menggelapkan sejumlah barang milik Dipo, termasuk celana dalamnya.
Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya mengatakan bahwa status Nikita Mirzani terkait kasus penggelapan tersebut masih sebagai saksi terlapor.
"Masih saksi," kata Kompol Andi di kantor Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).
Andi mengatakan bahwa perkara penggelapan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan sejumlah saksi. Jika ada laporan, Andi berjanji akan menjelaskannya kemudian.
"Masih dalam proses. Nanti," kata Andi.
Diberitakan sebelumnya, Dipo Latief melaporkan Nikita Mirzani atas kasus dugaan penggelapan pada Oktober 2018 lalu. Penggelapan itu, kata Nikita Mirzani, berupa pakaian dalam, ikat pinggang, alat pijat, sepatu, dan sandal.
"Jadi aku dipanggil atas kasus penggelapan yang dilaporkan oleh Dipo Latief, intinya yang murahanlah yang bukan level gua," ujar Nikita Mirzani di Polres Jakarta Selatan, November 2018 silam.
Baca Juga: Tersangka, Nikita Mirzani Diminta Tak Plesiran ke Luar Negeri
Berita Terkait
-
Belum Jadi Tersangka, Kasus Vicky Prasetyo Masih Penyidikan
-
Tersangka, Nikita Mirzani Diminta Tak Plesiran ke Luar Negeri
-
Punya Bayi, Alasan Nikita Mirzani Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka
-
Angel Lelga Tak Terbukti Berzina, Perkara Dihentikan
-
Polisi Bantah Angel Lelga yang Sebut Vicky Prasetyo Tersangka
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam