Suara.com - Konser Westlife yang berlangsung selama dua hari di ICE BSD Tangerang ternyata menyisakan kekecewaan bagi sebagian penggemarnya.
Penonton yang kecewa menyalahkan penyelenggara yaitu promotor Full Color.
Sebagian penggemar yang kecewa merasa tak nyaman dengan penempatan tempat duduk penonton. Selain itu, jumlah penonton yang membludak juga dianggap sebagai pemicu kemarahan beberapa penonton.
Managing Director Full Color Entertainment, David Ananda meminta maaf kepada penonton khususnya penggemar atas ketidaknyamanan selama konser. Menurut David, promotor cuma mengikuti apa yang diminta oleh Westlife.
"Kami Full Color selaku promotor (konser) Westlife (di) Indonesia meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama konser di Jakarta. Kami benar-benar tidak bermaksud demikian. Semua ukuran panggung dan layout sudah disesuaikan dan didiskusikan sesuai riders ketentuan management production Westlife," kata David saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu (10/8/2019).
"Kami benar-benar berusaha untuk melakukan yang terbaik kepada semua penonton yang datang ke konser Westlife Jakarta selama dua hari. Tapi maaf, mungkin usaha terbaik kami saat ini belum bisa menyenangkan semua orang," ujar David.
David menegaskan tak ada pengembalian dana untuk penonton yang menyatakan keluhannya melalui sosial media, karena konser tersebut sudah terlaksana.
"Yang bikin makin menjadi-jadi, ada rumor kalau promotor akan melakukan refund tiket. Tidak ada hal seperti itu karena secara teknis kami sudah melaksanakan konsernya. Makanya, banyak yang protes karena mereka pikir dengan protes akan di-refund," kata David menjelaskan.
Meski demikian, David berjanji akan belajar dari kesalahan sebelumnya sehingga akan membuat penonton merasa lebih nyaman pada konser di Palembang.
Baca Juga: Rentetan Rencana Westlife Usai Konser di Tanah Air
"Kami berjanji akan menjadikan ini (keluhan penonton) reference dan pelajaran untuk konser Westlife berikutnya di Kota Palembang. Untuk yang belum puas melihat penampilan Westlife silakan datang ke konser Westlife berikutnya di kota Palembang pada 18 Agustus nanti," kata David.
Tag
Berita Terkait
-
Westlife Bakal Guncang GBK, Seluruh Tiket Konser Resmi Habis Terjual
-
Berapa Harga Tiket Konser Westlife 2027 di Jakarta? Resmi Dibuka Hari Ini
-
Beda dari Negara Lain, Nonton Konser Westlife di Jakarta Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif
-
Westlife Resmi ke Jakarta! Ini Alasan Mereka Pilih GBK untuk Konser 2027
-
Cuma di Jakarta, Penonton Konser Westlife Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ayu Ting Ting Belum Daftar Haji, Mau Siapkan Mental dan Fisik Dulu
-
Atta Halilintar Sebar 12 Hewan Kurban, Satu Sapi Disembelih Atas Nama Keluarga dan Kakek Nenek
-
Makin Mesra, Kevin Gusnadi Ikut Jadi Panitia Kurban di Rumah Ayu Ting Ting
-
Dihujat, Ria Ricis Jelaskan Oplas Hidung karena Lelah Pakai Obat
-
Dunia Fitnes Dipanaskan Isu Penggunaan Steroid: Perang Terbuka Ade Rai vs Canggih Fitra
-
Cinta yang Terkoyak Menjadi Teror: Badut Gendong Mulai Menghantui Bioskop Hari Ini
-
Masa Depan Tak Boleh Hancur, Bocah 12 Tahun Korban Inses Ayah Kandung Tetap Lanjutkan Sekolah
-
Ayu Ting Ting Akui Dekat dengan Kader Partai Nasdem, Keluarga Beri Lampu Hijau
-
Momen Ria Ricis Nangis Saksikan Sapi Kurban Miliknya Disembelih
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?