Suara.com - Aktor Wafda Saifan Lubis blak-blakan mengenai kesulitannya memainkan karakter tentara dalam film barunya, Kadet 1947. Dalam film garapan Rahabi Mandra itu, dia menjadi tentara untuk angkatan udara.
"Awalnya gue pikir gue sebelumnya pernah main di untuk angkatan darat, gue pernah juga main buat angkatan laut, gue pikir ya sudah ini angkatan udara kurang lebih sama lah, ternyata dari waktu sudah beda, ini tahun 1947," kata Wafda Saifan Lubis saat konferensi pers virtual film Kadet 1947, Rabu (15/4/2020).
Tak hanya itu, Wafda Saifan Lubis juga mengaku kesulitan saat dia diharuskan berbahasa Jawa. Lelaki 29 tahun ini memerankan karakter Sutardjo dalam Kadet 1947.
"Dan gue harus berbahasa Jawa. Kesulitannya sih di situ karena gue agak bebel kalau urusan bahasa. Susah sih buat gue. ya effort lah. bahasa sih kalau gue," ungkapnya.
Sama seperti pemain lainnya, tantangan terbesar yang dirasakan Wafda Saifan Lubis bermain dalam film Kudet 1947 adalah pendalaman karakternya.
"Dan sikap kayak tentara sekarang sama dulu ada perbedaan, dulu ibaratnya pasukan ini baru dibuat pada saat itu pastinya masih ada teman lo hormat, gue harus ikut hormat. Itu kan belum kayak sekarang sudah begitu. Ya itunya sih kayak mannerismnya, orang patuh itu gimana," imbuhnya.
Film dengan latar belakang sejarah ini menceritakan perjuangan para kadet atau siswa angkatan udara (taruna) yang melakukan aksi pengeboman pertama dalam upaya mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia kala Agresi Militer Belanda I di tahun 1947.
Film dengan kisah ‘untold stories’ perjalanan tujuh orang pemuda kadet ini menggambarkan bagaimana potensi dan keberanian para pemuda melakukan serangan udara ke tentara Belanda di beberapa wilayah yang diduduki saat itu, yaitu Ambarawa dan Semarang.
Dengan segala keterbatasan peralatan dan senjata, mereka berhasil melaksanakan serangan balik atas Agresi Militer Belanda I pasca pelanggaran Perjanjian Linggarjati oleh Belanda.
Baca Juga: Film Kadet 1947, Menguak Sejarah yang Belum Pernah Terungkap
Peluncuran Film KADET 1947 awalnya direncanakan pada bulan Agustus 2020 untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-75 tahun.
Namun, proses produksi yang dimulai sejak awal Maret 2020 ini harus mengalami penundaan karena pandemi virus corona atau Covid-19 yang merebak di Indonesia sejak Maret 2020.
Berita Terkait
-
Berawal dari Jadi Korban Begal, Monji Atmodjo Bongkar Sisi Kelam 'Surga' Bali Lewat Film Bandit
-
Kisah Nyata Wafda Saifan di Balik Film Riba, Pernah Jadi Korban Rentenir Berkedok Teman
-
16 Tahun Jadi Aktor, Wafda Saifan Ungkap 3 Keinginan Terpendam
-
Alasan Wafda Saifan dan Istri Kompak Sembunyikan Wajah Anak
-
Wafda Saifan Ogah Disebut Antagonis di Film Riba: Tergantung Sudut Pandang
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda