Suara.com - Jefri Nichol menyayangkan di Indonesia soal stigma penjahat masih melekat pada para mantan pengguna narkotika. Menurutnya, hal tersebut sangat berpengaruh pada kondisi mental mantan pengguna narkoba tersebut.
Menurut Jefri Nichol, para mantan pengguna narkoba bisa dikucilkan di lingkungannya karena dianggap sebagai penjahat.
"Stigmatisasi pengguna narkoba yang seakan-akan adalah kriminal berat menurut saya dapat menghambat proses penurunan pengguna narkoba," ujar Jefri Nichol, dalam sebuah talk show online di Voidotid, Kamis (18/6/2020).
"Karena dampaknya itu dikucilkan dari pekerjaan dan lingkungan masyarakat, bisa kemungkinan besar para mantan pengguna mendapat kesulitan untuk menemukan tempatnya kembali di dalam masyarakat," lanjut Nichol.
Stigma negatif pengguna narkoba juga membuat mereka sulit diterima masyarakat, sehingga susah mendapat pekerjaan. Akhirnya, mereka depresi dan justru kembali memakai narkoba.
"Kemungkinan mendapat pekerjaan yang lebih kecil, dijauhi orang-orang, akhirnya mantan pengguna jadi depresi dan memakai lagi," tuturnya.
Sebagai aktor yang pernah tersandung kasus narkoba dan sempat menjalani masa rehabilitasi, Jefri Nichol berpendapat bahwa mantan pengguna narkoba seharusnya tidak dicap sebagai orang jahat. Pemberitaan mengenai ini seharusnya tidak mengalahkan kasus kejahatan seperti korupsi dan pembunuhan.
"Menurut saya tidak seharusnya pesakitan narkoba digemborkan-gemborkan sebagai penjahat. Jadi memang nggak tepat kalau ada pengguna digembar gemborkan dan masyarakat memperlakukannya seakan-akan mereka merugikan masyarakat kayak koruptor atau pembunuh misalnya," jelas Jefri Nichol.
Diketahui, pada Juli 2019 Jefri Nichol diamankan kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan karena positif mengonsumsi narkotika jenis ganja sebanyak 0,6 gram. Dalam persidangan, Jefri Nichol terbukti sebagai pengguna dan mendapat hukuman rehabilitasi selama tujuh bulan.
Baca Juga: Jefri Nichol Ungkap Bagaimana Bisa Tergoda Pakai Ganja
Berita Terkait
-
Cerita Ivan Ray, Digerebek Kamtib hingga Dipukul Oknum Polisi Gegara Narkoba
-
Ivan Ray Jinny Oh Jinny Bongkar Masa Lalu Jadi Pengedar Narkoba, Jual Paket Hemat
-
Jefri Nichol Diduga Goda Cewek di Bawah Umur, Pembelaan Aming Disebut Blunder
-
Kasus Narkotika, Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara
-
Zahwa Massaid Dekat dengan Jefri Nichol, Reza Artamevia Beri Respons Tak Terduga
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Kemarin Ketakutan, Clara Shinta Kini Ngaku Tak Terancam Senjata Api Laras Panjang Suami
-
Soroti Kasus Pelecehan Seksual FH UI, Melanie Subono: Itu Bukan Candaan!
-
Totalitas di Film Songko, Annette Edoarda Tenggak Minuman Cap Tikus
-
El Rumi dan Syifa Hadju Urus Berkas di KUA, Akad Nikah Fix Digelar di Bali?
-
Putuskan Cerai, Clara Shinta Heran Suami Malah VCS saat Ekonomi Lagi Susah
-
LANY Gelar Konser 2 Hari di Jakarta, Ini Harga Tiketnya
-
Siapa Keona Ezra Pangestu? Terduga Pelaku Pelecehan Seksual FH UI yang Paling Disorot
-
Shindy Samuel Bongkar Perlakuan Rendy Selama Nikah, Pernah Diludahi hingga Nafkah Rp20 Ribu Sehari
-
Steven Wongso Lebih Dulu Terapkan Metode Diet 'Anjing' ke Ibu, sampai Dikatai Anak Durhaka
-
WO Pernikahan Teuku Rassya Buka Suara soal Tamara Bleszynski yang Tak Pakai Baju Seragam