Suara.com - Nick Cordero meninggal dunia dalam usia 41 tahun. Aktor Broadway itu tutup usia setelah berjuang 90 hari di rumah sakit akibat komplikasi yang disebabkan oleh virus corona (Covid-19).
"Tuhan mendapat satu malaikat baru di surga sekarang. Suami kesayanganku meninggal dunia pagi ini. Dia dikelilingi cinta keluarganya, menyanyi dan berdoa seiring dia meninggalkan dunia. Aku masih tak percaya dan terluka. Hatiku hancur dan tak bisa membayangkan hidup kami tanpa dia," kata istri Cordero, Kloots, di Instagram pada Minggu (5/7/2020).
Kloots juga menyampaikan rasa terima kasih kepada dokter yang sudah merawat sang suami selama ini.
"Tak banyak dokter seperti Anda yang baik, pintar, penuh kasih, tegas dan selalu ingin mendengarkan ide-ide gila saya atau menelepon dokter lain untuk meminta pendapat kedua. Anda adalah berlian dalam kesulitan," ujarnya.
Cordero masuk ruang perawatan intensif dan mengalami kesulitan bernapas setelah didiagnosis menderita pneumonia pada 31 Maret 2020.
Beberapa hari kemudian, Cordero sempat stabil. Tetapi dokter masih mengkonfirmasikan penyebab krisis kesehatannya.
"Dua tes covid negatif. Dokter yakin bahwa itu adalah covid sehingga mereka melakukan tes ketiga," ungkap Kloots.
Tes ketiga yang dilakukan pada Cordero menunjukkan hasil positif untuk virus corona.
Meskipun Cordero jatuh sakit pada awal Maret, gejala awalnya berselang dan sepertinya tidak selaras dengan yang sering dikaitkan dengan Covid-19.
Baca Juga: Ulah Suami Jemput Paksa Jenazah, Istri Lagi Hamil Tua Ikut Terpapar Corona
"Dia tidak bisa bangun dari tempat tidur, begitu lelah, tidak ada energi, itu benar-benar satu-satunya gejala," kata Kloots kepada BuzzFeed News saat itu.
Namun, pada akhir Maret, gejalanya memburuk dan Cordero mulai mengalami kesulitan bernapas.
Meski kondisi kesehatan Cordero stabil pada awal masuk rumah sakit, pada minggu kedua kondisi dia menurun. Dia bahkan harus dioperasi karena mesin pendukung kerja jantung dan paru-parunya menghentikan aliran darah ke kaki kanannya.
Pasca-operasi kondisi dia kritis. Kakinya tetap harus diamputasi. Dia juga kena infeksi paru-paru yang menyebar ke darah, membuat dia mengalami syok septik setelah demam.
Kloots mengungkap bahwa dokter menyatakan paru-paru suaminya rusak berat seperti paru-paru perokok 50 tahun.
"Ada lubang di paru-parunya di mana Anda tentu tidak ingin ada lubang."
Tag
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Apa Itu Kolonoskopi? Prosedur Kesehatan yang Dijalani Lula Lahfah Sebelum Meninggal Dunia
-
Kabar Duka, Lucky Element Meninggal Dunia
-
Film Horor Psikologis Return to Silent Hill Tayang di Indonesia Mulai 28 Januari 2026
-
Nikah Besok, Intip Perjalanan Cinta Ranty Maria dan Rayn Wijaya
-
Sinopsis Setan Alas! Pemenang Best Film JAFF 2023, Akhirnya Tayang di Bioskop
-
Kondisi Inul Daratista Drop Usai Pulang dari Korea, Pingsan di Kamar Mandi Hingga Masuk UGD
-
Dipisahkan Maut, Ini 7 Kenangan Perjalanan Cinta Reza Arap dan Lula Lahfah
-
Tujuh Tahun Menunggu, Setannya Cuan Jadi Panggung Terakhir Babe Cabita
-
Sinopsis Finding Her Edge, Serial Remaja tentang Ambisi, Cinta, dan Dunia Seluncur Es
-
Siap-Siap! 6 Film MGM Pictures Paling Dinanti Tahun 2026