- Timah dunia naik drastis dari US$ 33.000 ke US$ 51.000 per ton akibat faktor Indonesia.
- Kenaikan harga dipicu hilangnya pasokan ilegal ke Malaysia dan Singapura.
- Meski produksi hanya 50.000 ton/tahun, kendali Indonesia atas pasar gelap tekan suplai global.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai lonjakan drastis harga timah dunia yang meroket dari US$ 33.000 menjadi US$ 51.000 per ton merupakan dampak langsung dari kebijakan dan kondisi domestik Indonesia.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa meskipun volume produksi timah Indonesia berada di kisaran 50.000 ton per tahun, pengaruh Indonesia terhadap volatilitas harga sangatlah dominan.
"Harga timah saat ini di angka US$ 51.000. Saya masih meyakini bahwa ini karena dari Indonesia. Pengaruh harga ini dari Indonesia," ujar Tri Winarno dalam acara Indonesia Weekend Miner by Indonesia Mining Summit di Jakarta Selatan, Sabtu (24/1/2026).
Faktor utama di balik kenaikan harga ini bukanlah sekadar angka produksi legal, melainkan keberhasilan pemerintah dalam memberantas jalur ilegal. Tri menjelaskan bahwa pasokan timah dunia mengetat karena penyelundupan dari Indonesia ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura kini telah terhenti.
"Market gelap untuk timah ini sama sekali sudah berakhir dengan adanya kondisi saat ini," tambahnya.
Langkah tegas aparat keamanan pada tahun 2025, seperti penggagalan penyelundupan 5 ton pasir timah di perairan Bangka Barat menuju Malaysia, menjadi sinyal kuat berakhirnya era kebocoran sumber daya alam. Hilangnya pasokan "ilegal" yang selama ini membanjiri pasar luar negeri memaksa harga dunia menyesuaikan diri dengan ketersediaan stok yang sebenarnya (resmi).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru
-
Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter