Suara.com - Menjadi bintang sinetron adalah impian bagi model Devi Indriani Batubara. Untuk mewujudkannya itu, Devi rela meninggalkan kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara menuju Jakarta.
Bagi perempuan yang memiliki hobi makan dan travelling ini, Jakarta bisa membuat impiannya terwujud sebagai seorang pesinetron.
"Dulu waktu di Medan saat masih SMA saya suka ikut-ikutan fashion show. Terus tiga tahun berkarier di Medan saya melihat nggak ada perubahannya. Makanya saya hijrah ke Jakarta," ujar Devi Indriani, saat berkunjung di kantor Suara.com, baru-baru ini.
Namun sesampainya di Jakarta setelah dikontrak oleh salah satu kantor production house dan syuting sinetron, tiba-tiba Devi Indriani mendapat tawaran menjadi seorang penyanyi dangdut.
"Niatnya ke Jakarta saya ingin main sinetron karena saya kan awalnya dari model catwalk. Nah sampai di Jakarta beda. Saya dapat tawaran jadi penyanyi dangdut," jelas Devi Indriani.
Awalnya artis yang tergabung di manajemen Popular Multi Talenta itu menolak untuk menjadi penyanyi dangdut.
"Waktu itu aku sempat nolak, tapi dia bilang aku ada bakat. Terus dia tanya 'pernah nyanyi nggak? Saya bilang pernah. Waktu SMA saya pernah ikut lomba dan dapat juara," ungkap Devi Idriani.
Walau pernah menjadi juara bernyanyi, Devi Indriani mengaku kesulitan untuk menyanyikan lagu dangdut. Apa lagi dia tidak bisa goyang dangdut.
Baca Juga: Ita Rahma Sudah Bercita-Cita Jadi Model Sejak Kecil
"Satu belajar cengkok, terus saya harus punya postur tubuh yang mumpuni. Dalam arti saya nggak mungkin kurus banget nggak boleh, kalau kurus kan nggak enak dilihat kalau goyang-goyang. Ya sudah saya olahraga, latihan vocal supaya jadi penyanyi dangdut," jelasnya.
Dengan kerja keras dan terus berlatih Devi Indriani akhirnya sukses menjadi seorang penyanyi dangdut.
"Dari 2010 sampai 2014 saya tetap jadi penyanyi dari panggung ke panggung, keluat kota, even pilkada," jelasnya.
Namun keinginan menjadi seorang model kembali muncul setelah dia mendapat tawaran memgikuti acara yang diselenggarakan Majalah Popular.
"Sampai saya ditawari di majalah Popular. Karier saya sebagai model berjalan dari 2014 sampai 2019. Nah 2020 saya dapat tawaran lagi ke Popular, tapi saya masuk ke manajemennya bukan magazine-nya. Mereka bilang aku punya skill, ya sudah saya coba lagi," tutur Devi Indriani.
Berita Terkait
-
G-Dragon Cetak Sejarah, Inilah Para Pemenang Ajang Penghargaan Budaya Korea
-
TelkoMedika Menang Public Relations Popular Companies Awards 2025, Bukti Citra Positif Perusahaan
-
Lisa Mariana, Wanita yang Diduga Selingkuhan Ridwan Kamil, Pernah Curhat Soal Ini...
-
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Raih CFO Award 2023
-
Profil Erika si Pelukis Anti-mainstream, Popular Creator of the Year TikTok Awards 2023
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Transformasi Digital BRI Perkuat Merchant dan QRIS, dan Akses Keuangan Danantara
-
IHSG Ditutup Runtuh Dengar Kabar Perry Warjiyo Mundur
-
Transaksi QRIS BRI Melonjak 76 Persen, Perkuat Ekosistem Digital dan Merchant
-
BRI Percepat Transformasi Digital, Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS Tumbuh Pesat
-
Kesadaran Pasangan Muda soal Bayi Tabung Meningkat, Morula IVF Perkuat Layanan Berstandar Global
-
Redam Bisingnya Bawah Jembatan Alun-alun Kota Bandung, Film "Dan Bandung" Rilis Clip Nuansa Syahdu
-
Review Drama Gannibal, Sisi Gelap Desa Kuge yang Menelan Banyak Korban Jiwa
-
Kisah Pedagang Ban di Matraman: Rugi Usai Lapak Dibakar Massa Bentrok
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Saham Perbankan dan Properti Harus Diwaspadai Investor