Suara.com - Setiap tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Ada berbagai cara untuk merayakan Hari Ayah bersama keluarga. Mulai dari mengirimkan kata-kata mutiara, doa, hingga makan bersama keluarga. Namun, tak semua orang bisa merayakan Hari Ayah karena berbagai hal. Meski begitu, kerinduan terhadap sosok ayah bisa diobati melalui lantunan lagu Ayah oleh Rinto Harahap ini. Berikut lirik lagu Ayah dari Rinto Harahap.
Tak butuh waktu lama untuk bisa menebak maksud dan arti dari lagu Ayah ini. Sekilas mendengarkan lagu ini, Anda pasti sudah langsung bisa menebak bahwa liriknya yang sederhana menyiratkan banyak makna mendalam tentang kerinduan seorang anak terhadap sang ayah yang tak bisa bertemu dan hanya bisa berjumpa dalam mimpi, bernyanyi sambil menangis karena teringat kenangan indah bersama sang ayah.
Dengan makna yang mendalam pada lagu tersebut, musik yang mengiringi lagu in diaransemen sederhana sehingga mudah diingat oleh para pendengar. Lagu yang menyentuh banyak hati para pendengarnya ini tentu sangat mewakili hati orang-orang yang telah kehilangan ayah. Tak terbatas usia, jabatan, kelas sosial, lantunan lagu ini berhasil menghipnotis banyak orang dengan lirik yang menyayat.
Walaupun termasuk dalam salah satu kumpulan lagu lawas, tapi lagu ‘Ayah’ ini masih populer hingga saat ini bahan kerap di-cover ulang atau diaransemen ulang oleh musisi-musisi Tanah Air, salah satunya Ariel Noah. Berikut lirik lagu 'Ayah' Rinto Harahap.
Di mana, akan ku cari
Aku menangis seorang diri
Hatiku slalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Baca Juga: Film Pendek Tentang Ayah untuk Mengapresiasi Para Ayah Indonesia
Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata
Di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam
Mimpi
Lihatlah, hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah, aku ingin bertemu
Untukmu, aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata
Di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi
Kontributor : Lolita Valda Claudia
Berita Terkait
-
Bedah Lirik Kuharap Duka Ini Selamanya dari Raisa: Kadang Kita Tidak Perlu 'Sembuh' dari Duka
-
Makna Lagu Multo dari Cup of Joe: Kisah Kenangan yang Menghantui
-
Lirik Lagu Ramadhan Tiba dan Chordnya, Sambutan Bahagia untuk Idul Fitri
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil
-
Obat Overthinking: Mengapa Lagu 'Kan Terus Kutulis' dari Banda Neira Wajib Kamu Dengar
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kemang, Warga Tak Ada yang Sadar
-
Nizam Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ibu Kandung Punya Firasat 3 Hari Sebelumnya
-
Langgar Aturan 2N+1 LPDP, Berapa Denda yang Harus Dibayar Suami Dwi Sasetyaningtyas?
-
Viral Video Remaja Banyumas Pukul Kepala Temannya karena Tak Puasa
-
Lisnawati Cari Keadilan untuk Nizam: Dulu Disiksa Suami, Kini Anak Diduga Tewas di Tangan Ibu Tiri
-
Akhir Kontroversi Hina Status WNI: Tyas Di-blacklist, Suami Setuju Kembalikan Dana LPDP Plus Bunga
-
Arie Kriting Hapus Konten bareng Piche Kota, Penyanyi ini Malah Membela
-
7Dunia Hadirkan Kisah Joker Berhati Malaikat yang Viral di YouTube
-
Hasil Awal Autopsi Jenazah Anak Dianiaya Ibu Tiri: Organ Bengkak dan Retakan di Tulang Kepala