Entertainment / Gosip
Minggu, 24 Mei 2026 | 17:30 WIB
Ilustrasi pernikahan (pexels.com/reynaldoyodia)
Baca 10 detik
  • Pasangan pengantin mengalami penipuan oleh wedding organizer Marwah Catering pada acara pernikahan mereka di Islamic Centre Bekasi, Sabtu 23 Mei 2026.
  • Seluruh vendor resepsi tidak hadir sehingga acara gagal total, memaksa pengantin melakukan akad nikah secara sederhana dan serba terbatas.
  • Keluarga pengantin melaporkan kasus penipuan tersebut kepada pihak berwajib untuk menempuh proses hukum akibat kerugian materiil dan emosional yang dialami.

Suara.com - Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia pada Sabtu, 23 Mei 2026 justru berubah menjadi duka mendalam setelah pasangan pengantin diduga menjadi korban penipuan oleh wedding organizer (WO) Marwah Catering.

Acara yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari itu berantakan karena seluruh vendor yang dijanjikan tidak hadir di hari H.

Mempelai perempuan mengungkapkan kekecewaannya melalui sebuah video yang kemudian viral di media sosial setelah diunggah ulang oleh akun @lambe_turah di Instagram.

Dalam video tersebut, ia menceritakan bagaimana seluruh rangkaian acara pernikahan yang seharusnya berlangsung lengkap, mulai dari akad hingga resepsi, tidak berjalan sama sekali.

“Acara saya yang tidak terlaksana dan tidak berjalan. Harusnya berjalan akad dan resepsi tapi vendor ini tidak datang. Tidak ada dekor, tidak ada catering, tidak videographer photographer, entertainment itu batal semua,” ungkapnya dengan nada sedih.

Ia menjelaskan bahwa pada hari pelaksanaan, hanya beberapa pihak saja yang datang ke lokasi acara, seperti MUA (make-up artist), penata rambut, serta MC.

Namun sebagian dari mereka juga disebut belum menerima pembayaran dari pihak WO, meski tetap berusaha membantu agar akad nikah tetap bisa berlangsung.

“Yang datang itu hanya MUA, Hairdo, MC. Itu ada yang belum dibayar sama Marwah tapi mereka masih membantu akad saya. Dan tidak dilakukan resepsi,” lanjutnya.

Acara pernikahan tersebut sedianya digelar di Islamic Centre Bekasi. Namun ketika keluarga dan tamu mulai berdatangan, kondisi lokasi sangat berbeda dari yang diharapkan.

Baca Juga: Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027

Tidak ada pelaminan, dekorasi, makanan, maupun perlengkapan resepsi yang sebelumnya sudah dijanjikan oleh pihak WO.

Suasana yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi kekacauan.

Akhirnya, prosesi akad nikah hanya bisa dilakukan secara sederhana dengan kondisi serba terbatas, tanpa dekorasi maupun fasilitas pendukung yang telah disiapkan sebelumnya.

Akibat kejadian ini, pihak keluarga pengantin merasa dirugikan secara materiil maupun emosional.

Mereka pun memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwajib agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini kemudian menjadi viral dan menuai beragam reaksi dari warganet.

Banyak yang merasa prihatin atas kejadian tersebut, terlebih karena pernikahan adalah momen sakral yang diharapkan hanya terjadi sekali seumur hidup.

“Biar Allah ganti dengan yang berlipat ganda rezeki kalian kak,” tulis salah satu netizen memberikan dukungan.

Load More