Entertainment / Gosip
Minggu, 24 Mei 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi jenazah (Shutterstock).
Baca 10 detik
  • Warga Desa Rangai Tritunggal menemukan jasad anak perempuan dalam kardus di pinggir jalan pada Jumat, 22 Mei 2026.
  • Orang tua meninggalkan surat wasiat karena terkendala biaya pemakaman akibat kondisi ekonomi ekstrem dan penyakit diabetes korban.
  • Warga dan pihak kepolisian bergotong royong memakamkan jenazah korban secara layak sementara penyelidikan identitas pelaku masih terus berlangsung.

Suara.com - Warga Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, digemparkan dengan penemuan jasad seorang anak perempuan tanpa identitas di pinggir jalan pada Jumat, 22 Mei 2026.

Jenazah tersebut ditemukan terbungkus kain putih dan diletakkan di dalam kardus, menyisakan duka mendalam bagi siapa pun yang melihatnya.

Di dekat tubuh kecil itu, ditemukan selembar kertas berisi pesan menyentuh dari orang tua korban yang diduga berada dalam kondisi keterbatasan ekonomi yang ekstrem.

Tulisan tangan pada surat tersebut menjelaskan alasan pilu di balik tindakan mereka.

"Assalamualaikum, bagi yang menemui mayat anak saya, meninggal dikarenakan penyakit diabet. Kami sebagai orang tua tidak bisa memakamkan secara layak karena..." bunyi potongan isi surat wasiat tersebut.

Pihak orang tua dalam suratnya memohon kepada siapa saja yang menemukan jasad tersebut agar bersedia mengurus, menyalatkan, dan memakamkan anaknya dengan layak.

Polisi yang melakukan pemeriksaan medis mendapati adanya luka di bagian pinggang belakang korban, yang diduga merupakan dampak dari penyakit yang dideritanya dalam waktu lama.

Amanat dalam surat tersebut akhirnya dipenuhi oleh warga setempat.

Dengan penuh simpati, warga bahu-membahu bersama aparat kepolisian mengurus jenazah korban mulai dari memandikan, menyalatkan, hingga proses pemakaman yang dilakukan secara layak.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Disorot, Isi Rak Barang Terlihat Sepi dan Renggang

"Amanat dalam surat itu akhirnya dipenuhi secara gotong royong. Warga bersama aparat setempat membantu mengurus jenazah hingga proses pemakaman selesai," tulis akun Instagram @kegobloganunfaedah dalam unggahannya pada Minggu, 24 Mei 2026.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas lengkap korban serta melacak keberadaan orang tua yang meninggalkan jasad tersebut.

Peristiwa ini menjadi sorotan tajam sekaligus pengingat mengenai beratnya beban hidup bagi kelompok masyarakat prasejahtera di tengah situasi sulit, di mana kebutuhan dasar seperti pemakaman pun terkadang menjadi hal yang sangat berat untuk dijangkau.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika memiliki informasi lebih lanjut terkait kasus ini.

Load More