Suara.com - Melanie Subono bukan hanya dikenal sebagai seniman di bidang musik, tapi juga aktivis. Suaranya keras melawan ketidakadilan, tapi bisa begitu lembut saat bicara soal Rumah Harapan yang awalnya dibangun untuk wujudkan keinginan terakhir orang.
Tim Suara.com berkesempatan sejenak ngobrol bersama Melanie Subono, perempuan yang punya banyak cita-cita, termasuk jadi ballerina hingga detektif.
Bicara soal masa kecilnya, putri promotor Adrie Subono berkisah kecintaan pada Indonesia. Tak lupa aksi perlawanan yang pernah dapat ancaman.
“Gue juga pernah ada yang mau bayar sekian miliar. Tapi bukan kampanye buat mereka. Untuk diam,” kata Melanie Subono ditemui di Kawasan Kemang belum lama ini.
Tawaran itu ditolak. Kata Melanie Subono, “Jangan nawarin yang gue masih kebayang ngabisinnya.”
Selain fakta itu, masih banyak obrolan lain yang inspiratif dari sosok Melanie Subono. Seperti apa ulasannya? Simak detail wawancaranya bersama Suara.com.
Seperti apa masa kecil Melanie Subono?
Lahir di Jerman lalu pindah ke Indonesia. Bokap pindah ke Indonesia, ya pastinya gue ikut. Di sana kayak apa ya? Gue nggak inget sampai umur berapa gue disana. Kayak apa, gitu-gitu aja. Gue seneng aja tinggal di mana juga. Sesederhana itu.
Berapa lama tinggal di Jerman?
Baca Juga: Interview: Susan Sameh dan Keluh Kesahnya Usai Gagal Nikah
Gue lupa, karena pindah-pindah. Gue tinggal di Budapest, Inggris, pokoknya yang gue ingat, Eropa dan Indonesia, enakan di sini.
Apa yang bikin nggak cocok tinggal di sana?
Cuaca mungkin, gue nggak tahan dingin. Norak. Gue ampe sekarang nggak pakai AC. Dari kecil kayaknya suka matahari, pantai. Gue jatuh cinta pada keramahan orang Indonesia. Kalau dulu katanya di sana lebih individualis, walaupun akhirnya terbalik.
Kapan pindah ke Indonesia?
(SD) Udah. Orang pertama, salah satu yang gue kenal pada saat ke Indonesia itu Glenn Fredly, Webster-nya Saint Loco. Lo bayangin, gue belajar Bahasa Indonesia sama orang Ambon. Mereka ramah, itu yang gue inget.
Apa yang bikin ka Mel jatuh cintanya pada Indonesia?
Berita Terkait
-
Mahasiswa Gelar Aksi Hari Ini, Ini 5 Tips Keamanan dari Melanie Subono agar Tetap Aman dari Oknum
-
BBM Naik Setelah RUU TNI Disahkan, Melanie Subono: Nanti Malam Kira-Kira Apa?
-
Melanie Subono Geram Ashari Ngaku Khilaf Cabuli Puluhan Santriwati: Itu Namanya Niat!
-
Melanie Subono Makin Geram Dengar Pembelaan Pelaku Pelecehan FH UI
-
Soroti Kasus Pelecehan Seksual FH UI, Melanie Subono: Itu Bukan Candaan!
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan