- BEM UI dan Aliansi Mahasiswa menggelar demonstrasi terkait kenaikan BBM serta kebijakan pemerintah di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
- Aktivis Melanie Subono mengimbau mahasiswa membawa perlengkapan pelindung diri, logistik mandiri, serta menjaga keamanan perangkat digital selama aksi berlangsung.
- Peserta aksi diminta waspada terhadap ancaman penyusup dan mendokumentasikan setiap kejadian sebagai bukti valid untuk menghadapi situasi darurat di lapangan.
Suara.com - Mahasiswa yang tergabung dalam BEM UI dan Aliansi Mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta Pusat pada hari ini, Jumat (12/6/2026).
Jelang aksi, Melanie Subono yang merupakan musisi sekaligus aktivis mengingatkan beberapa hal kepada para mahasiswa.
"Teman-teman yang akan turun, semangat. Beberapa hal yang mumpung masih ada waktu nih, kalian bisa ingat," kata Melanie Subono di Instagram.
Hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan pelindung mata. "Kalau tidak punya goggles, kacamata biasa saja, yang penting mata kalian terlindungi," katanya.
Selain itu, putri promotor kenamaan Adrie Subono ini juga menyarankan penggunaan masker serta rompi pelindung tambahan.
Perempuan kelahiran Hamburg, Jerman 49 tahun lalu ini turut mengingatkan pentingnya membawa persediaan logistik mandiri. Sebab ia khawatir, aksi akan berlangsung sampai malam.
"Takutnya aksi berlangsung sampai malam, bawa biskuit, camilan, atau apa saja. Jangan cuma ingat bawa rokok," tutur Melanie Subono.
Tak kalah penting, Melanie Subono juga menaruh perhatian besar pada aspek keamanan digital.
Cucu eks Presiden BJ Habibie ini meminta para mahasiswa segera mengubah sistem pengunci ponsel demi menghindari potensi pembukaan paksa oleh oknum di lapangan.
Baca Juga: Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh Belum Turun ke Jalan Meski Harga Pertamax Melonjak
"Ganti passcode HP kalian, jangan pakai sidik jari atau retina. Karena pada saat kalian pingsan atau pada saat kalian dipaksa, itu (ponsel) bisa saja dibuka secara paksa," imbuh Melanie.
Agar lebih aman, Melanie Subono menyarankan kata sandi ponsel dengan kombinasi huruf atau angka.
Pengingat lain adalah, peserta aksi yang selalu mengaktifkan fitur pelacak lokasi. Siaran langsung atau rekam kejadian melalui video juga diperlukan.
"Jika terjadi keadaan darurat, ambil video sebanyak-banyaknya karena bukti akan sangat membantu. Harus bukti gambar atau video, bukan cuma sekadar ucapan, 'tapi saya lihat sendiri, katanya begini'," tutur Melanie Subono.
Melanie juga mewanti-wanti para demonstran mengenai ancaman penyusup yang sengaja diselipkan ke para peserta aksi.
"Bisa saja menyamar sebagai mahasiswa. Dan jangan sendirian. Ingat siapa saja yang ada bersama kalian supaya nantinya kalian tidak mudah diadu domba," katanya mengakhiri.
Sebagai informasi, adanya aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa menyusul kenaikan harga BBM. Selain itu, ada beberapa hal yang menjadi tuntutan.
Di antaranya penghentian pemborosan anggaran negara, penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.
Massa juga mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, serta praktik militerisme di ruang sipil.
Berita Terkait
-
Mahasiswa Jaksel Turun ke Jalan, Desak Copot Menkeu dan Tolak Kenaikan BBM
-
Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh Belum Turun ke Jalan Meski Harga Pertamax Melonjak
-
Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI
-
Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
-
MBG Bau Tengik, Plastik Mahal! Jeritan Pedagang Tanah Abang di Tengah Demo BGN
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron
-
Kenapa John Herdman Tak Berada di Bench Timnas Indonesia? Disamakan dengan Luis Enrique
-
Napi Pekanbaru Kabur Dikejar ke Jakarta, Isu Iming-imingi Petugas Rp30 Juta Mencuat
-
Profil Mitchell Baker Bomber Keturunan Semarang-Yogya Harapan Baru Timnas Indonesia
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?