Suara.com - Grup musik asal Yogyakarta, Bangkutaman yang dihuni Wahyu Nugroho (gitar, vokal), Madava Nanda (bass), dan Christo Putra (drum) merilis single bertajuk Tabib. Ini jadi lagu ketiga sekaligus terakhir sebelum mereka melepas album pada tahun ini.
"Awalnya kita ingin langsung fisik aja nih full album, tapi karena pandemi akhirnya kita puter otak biar nggak langsung hilang gitu aja. Akhirnya rilis 3 single, ini single terakhir setelah Dinamika dan Badai," kata Putra dalam jumpa pers virtual, Jumat, (26/2/2021).
Album terbaru Bangkutaman diproyeksikan bakal dirilis pada April mendatang. Nantinya ada 11 lagu yang dirangkum di dalamnya.
Lagu Tabib sendiri jadi spesial karena menyuguhkan kolaborasi dengan Adrian Adioetomo, musisi blues asal Jakarta yang bermain gitar resonator. Perpaduan karakter Bangkutaman dengan slide-slide nakal dan liar Adrian menghasilkan karya yang apik.
"Sosok Adrian sangat dekat sama Bangkutaman sih, kita beberapa kali sepanggung juga dan ketika gue bikin part ini akhirnya label nyaranin juga (pakai blues). Gue nggak jago banget main gitar dan yang jago gitar ngeblues ya Adrian dan ternyata dia mau, ya udah," ujar Wahyu Nugroho alias Acum.
Lewat single Tabib, Bangkutaman memotret banyak isu sosial yang muncul sebagai ekses dari pandemi Covid-19. Tabib berbicara banyak soal pertanyaan juga harapan masyarakat tentang kapan pandemi ini berakhir dengan datangnya seorang penyembuh yang sejati, bukan tabib palsu.
Kolaborasi dengan Adrian di lagu Tabib juga menutup rangkaian program kolaborasi Bangkutaman menyambut album baru. Di dua single sebelumnya, mereka telah berkolaborasi dengan banyak musisi. Sebut saja Adra Karim, Indra Perkasa, Darmo Soedirman, Agustinus Panji Madika, dan Pandji Dharma.
Lagu Tabib telah dirilis awal Februari lalu, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2021. Setelah pemutaran perdananya, Bangkutaman akan merilis videoklip lagu Tabib secara eksklusif di platform media musik pophariini.com.
Baca Juga: Playmaker, Anak Sulung The Wellington yang Terlambat Lahir
Berita Terkait
-
Vicky Mono Balik ke Burgerkill: Pulangnya Si Anak Hilang
-
Mesin Baru DeadSquad Mengoyak Telinga Metalhead di Taiwan
-
Reuni Akbar 20 Tahun OST Janji Joni di Soundrenaline 2025: Nostalgia Sound Indie yang Belum Mati
-
Duta Sheila On 7 Ajak Keluarga Nostalgia Nonton Oasis, Bandingkan Foto Dulu dan Kini
-
CRSL Day 2 Pecah! Ribuan Penonton Padati Lapangan Kenari Sejak Siang
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Sinopsis Film Jadi Tuh Barang, Kisah Kocak Oki Rengga dari Patah Hati hingga Jadi Pawang Hujan
-
Reaksi Arya Khan Disindir Michelle Ashley Bikin Pinkan Mambo Downgrade Sampai Ngamen di Jalanan
-
Dokter Piprim Kecam Billboard Promosi Film Aku Harus Mati, Dinilai Berbahaya Bagi Mental Anak
-
Niko Al Hakim Ungkit Penelantaran Kucing di 2024, Pihak yang Rescue Bela Rachel Vennya
-
Pesona Nikita Willy Berhijab Saat Liburan di Jepang Curi Perhatian
-
Karina Ranau Protes, Foto Almarhum Epy Kusnandar Dipakai Jual Jaket Kang Mus
-
Tidak Direstui Fans! Siapa Elias Ronnenfelt? Pria yang Dirumorkan Dekat dengan Jenna Ortega
-
Film Autopsy: Dead Body Can Talk, Jejak Kebenaran di Meja Autopsi
-
Sudah Operasi Ganti Kelamin, Lucinta Luna Pastikan Tak Bisa Punya Anak Meski Kembali Jadi Cowok
-
Klarifikasi Virgoun Soal Ambil Anak Saat Inara Terseret Kasus: Hanya Sementara Sampai Badai Reda