Entertainment / Music
Senin, 05 April 2021 | 19:58 WIB
Mr Bie pencipta lirik lagu Aisyah Istri Rasulullah [YouTube/Map Music]

Selalu bersama hingga ujung nyawa

Kau disamping Rasullallah...

Aisyah...

Sungguh manis oh sirah kasih cintamu

Bukan persis novel mula benci jadi rindu

Kau istri tercinta Ya Aisyah, ya Humairah...

Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu

Mulia indah cantik berseri

Kulit putih bersih merah dipipimu

Baca Juga: Lirik Lagu The Heart You Hurt Rossa, Sampai Dipuji Donghae Super Junior!

Dia Aisyah putri Abu Bakar

Istri Rasullallah

Sungguh sweet nabi mencintamu

Bila lelah nabi baring dijilbabmu

Seketika kau pula bermanja

Mengikat rambutnya

Aisyah...

Romantisnya cintamu dengan nabi

Dengan baginda kau pernah lari-lari

Selalu bersama hingga ujung nyawa

Kau disamping Rasullallah...

Aisyah...

Sungguh manis oh sirah kasih cintamu

Bukan persis novel mula benci jadi rindu

Kau istri tercinta Ya Aisyah, ya Humairah...

Rasul sayang, kasih, rasul cintamu

Makna Lagu Aisyah Istri Rasulullah

Umumnya setiap lagu yang dituliskan oleh penulisnya pastilah memiliki makna yang terkandung, entah menceritakan pengalaman pribadinya atau pengalaman seseorang dalam menjalani kehidupanya. Adapun makna yang terkandung dalam lirik lagu Aisyah istri Rasulullah sebagai berikut:

1. Romantisasi kisah Cinta Nabi Muhammad dengan Aisyah RA

Dari penggalan lirik di atas kita dapat menyimpulkan bahwa lirik lagu tersebut menceritakan kisah cinta yang begitu romantis antara Rasulullah SAW dengan istri tercintanya Aisyah RA. Salah satu penggalan liri yang berbunyi “Dengan baginda kau pernah main lari-lari, Selalu bersama hingga ujung nyawa, Kau disamping Rasullallah, Kesetiaan Aisyah Kepada Rasul” seolah menjelaskan kepada kita bahwa hanya maut yang mampu memisahkan mereka berdua.

2. Kebesaran hati Aisyah
Makna selanjutnya adalah lirik tersebut menceritakan kebesaran hati yang dimilki oleh Aisyah saat menjalin hubungan dengan Rasulullah disiratkan melalui lirik “Sungguh sweet nabi mencintamu, Bila lelah nabi baring dijilbabmu, Seketika kau pula bermanja, Mengikat rambutnya”.

Demikian ulasan lengkap tentang makna yang terkandung pada lirik lagu Aisyah istri Rasulullah.

Kontributor : Dhea Alif Fatikha

Load More