Suara.com - Dokter Richard Lee menjelaskan duduk masalahnya dengan Kartika Putri hanya berawal dari sebuah saran. Dokter kecantikan itu lantas bingung kenapa hal itu membuatnya diperkarakan Kartika Putri ke polisi.
"Saya bingung juga bagian mana kalimat saya yang pencemaran nama baik ke beliau," kata Richard Lee saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (24/6/2021).
"Karena saya mau kasih saran, saya kasih saran nih untuk Mbak Karput, untuk artis-artis lain kan," lanjutnya.
Richard Lee mengaku saat itu hanya ingin memberi saran kepada para influencer. Ia memperingatkan mereka untuk hati-hati dalam memilih produk kecantikan untuk dipromosikan.
"Masa seorang dokter memberikan saran tidak boleh. Kan bahaya sekali kalau seperti itu," beber Richard Lee.
Richard Lee merasa kritikannya wajar pada saat itu. Sebab, ia ingin memberi edukasi bahwa produk yang mengandung hidroquinon itu berbahaya.
"Kalau misalnya iya mengandung hidroquinon kan wajar saya seorang dokter bilang begitu, iya kalau misal yang dipromosikan itu ada hidroquinonnya dia ikut berdosa dong, dimana letak kesalahan saya," jelasnya membela diri.
Namun, ia tak ingin memperpanjang masalah. Ia pun bersedia untuk berdamai dengan sama-sama menurunkan ego.
"Saya juga bingung (salahnya), tapi okelah saya pikir saya juga enggak mau cari gara gara. Ya sudah sama-sama minta maaf saja selesai," Richard Lee berharap.
Baca Juga: Datangi Polda Metro Jaya, Richard Lee Ingin Damai dengan Kartika Putri
Diberitakan sebelumnya, Richard Lee bersama kuasa hukumnya, Razman Nasution hari ini menyambangi Polda Metro Jaya terkait laporan dari Kartika Putri atas dugaan pencemaran nama baik.
Disarankan berdamai oleh pihak kepolisian, Richard Lee ingin Kartika Putri dan dirinya bisa menyudahi konflik.
Berita Terkait
-
Bongkar Hubungan Saksi dengan Dokter Detektif, Kubu dr Richard Lee: Sangat Menguntungkan Kami
-
Saksi Dibeli Produk Bukan di Toko Resmi, dr Richard Lee Bingung Jadi Tersangka
-
Richard Lee Klaim Lolos Sidang Etik, Dakwaan Pidana Tetap Bergulir
-
Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain
-
Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP
-
BRI Perkuat Program 3 Juta Rumah, Ribuan Debitur Ikut Akad Massal
-
Dibalik Keputusan MK soal Kuota Hangus, Pakar CISSReC Ingatkan Transparansi Lebih Penting!
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan dan Hadirkan Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP
-
Bupati Pemalang Diduga Beri Uang ke Ayah Staf KPK untuk Tutupi Kasus
-
BRI Dukung Program 3 Juta Rumah dengan Pembiayaan FLPP dan KPP
-
Pencarian Buronan Harun Masiku Masih Jadi Beban bagi Pimpinan KPK
-
Dokter Paru Respons Pernyataan Prabowo: Asbes Berbahaya, Tapi Rokok Jauh Lebih Mematikan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Rakyat
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan