Suara.com - Video klip Kpop punya berbagai konsep, mulai dari Sci-Fi, sekolah, kerajaan, hingga bad girl/bad boy. Tapi ada yang berbeda dari semua itu, yaitu video klip Kpop terinspirasi karya sastra.
Wah, pastinya hasilnya sangat berbeda dengan video yang biasa. Sejumlah boyband dan girlband sudah memakai konsep ini, lho. Seperti apa hasilnya?
Inilah lima video klip Kpop terinspirasi karya sastra”
1. BTS – Blood, Sweat & Tears
Video klip BTS untuk lagu ini terinspirasi dari novel berjudul Demian: The Story of Emil Sinclair’s Youth karya Herman Hesse. Para member memerankan tokoh-tokoh dalam novel tersebut dengan apik.
BTS juga menyertakan kutipan narasi hingga petunjuk yang tersebar di sepanjang klip video tersebut.
2. ONEUS – To Be or Not To Be
Video klip yang satu ini terinspirasi dari karya sastra klasik The Tragedy of Hamlet, Prince of Denmark karya William Shakespeare yang bercerita tentang pembalasan dendam Pangeran Hamlet kepada Raja Claudius.
Video ini menampilkan latar belakang kerajaan dalam cerita itu. Terdapat pula adegan pembunuhan dan perebutan takhta disertai koreografi yang sangat memesona.
Baca Juga: 4 Idol Kpop dengan Bayaran Iklan Termahal, Ada V BTS!
3. IU – Red Shoes
Tahun 2013, IU merilis video klip The Red Shoes yang diambil dari cerita dongeng klasik Red Shoes karya Hand Christian Andersen. Nada ceria ditampilkan dalam video klip IU meskipun hal ini tidak menghilangkan inti ceritanya. Di akhir video klip tersebut, IU ditampilkan sebagai sosok yang dikutuk oleh sepatu merah—yang tidak bisa berhenti menari.
4. BIGFLO – Obliviate
Video klip kpop terinspirasi karya sastra populer dan masih terus diminati hingga kini karangan JK Rowling. Yup, apa lagi kalau bukan Harry Potter. Video klip bertema Harry Potter ini dirilis pada tahun 2015.
Dalam video tersebut, member BIGFLO memakai atribut yang Harry Potter banget—kacamata bulat, topi, dan juga seragam ala sekolah penyihir.
5. SHINee – Sherlock
Terakhir, ada SHINee yang merilis video klip berjudul Sherlock pada tahun 2013. Sesuai judulnya, video klip ini terinspirasi novel fiksi bertema detektif paling terkenal dan masih banyak dibaca sampai sekarang, yaitu Sherlock Holmes.
Dalam video klip tersebut, SHINee berperan sebagai Sherlock Holmes dengan berbagai atribut ala detektif.
Demikian tadi video klip kpop terinspirasi karya sastra, mana favoritmu?
Kontributor : Chandra Wulan
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Film Baru Charlies Angels Siap Diproduksi, Kembalinya Tiga Sosok Ikonik ke Layar Lebar
-
Umumkan Sekuel, Ini Sinopsis Pelangi di Mars Film Sci-Fi Indonesia Pertama dengan Teknologi XR
-
Jadi Juri, Ardhito Pramono Ungkap Kriteria Icon Sejati di Audisi The Icon Indonesia
-
Review The Art of Sarah: Akting Shin Hye Sun Brilian, Tapi Plotnya Banyak Celah
-
Dianggap Pilih Kasih, Geni Faruk Tanggapi Panggilan Cucu Kesayangan untuk Anak Thariq Halilintar
-
Nonton Hemat di CGV Pakai ShopeePay, Diskon Rp20 Ribu Sampai Akhir Bulan
-
Menembus Batas Thriller, Film Lift Sajikan Aksi Silat Lidah hingga Ambisi Penguasa
-
Bibit Unggul! Pesona Baby Kaia Anak Steffi Zamora, Mata Cantiknya Curi Perhatian
-
Lagi-Lagi Petinju, Jule Diduga Pacaran dengan Mantan Jennifer Coppen dan Dinda Kirana
-
Beberkan Alasan Mau Podcast Bareng Bigmo yang Anak Koruptor, Ferry Irwandi Tuai Kritikan Pedas